Breaking News:

Berita Bangka

Mahasiswa Polman Babel Juara 2 UI/UX Design Rafatech 2022 UIN Raden Fatah Palembang

Aplikasi yang dibuat mengambil tema kesehatan dengan detail yang berfokus pada Mental Healty atau Kesehatan Mental.

Penulis: edwardi | Editor: Tedja Pramana
Istimewa
Sertifikat juara 2 UI/UX Design Raden Fatah Technology (Rafatech) 2022 yang diselenggarakan Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang pada 18-19 Juli. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Polman Negeri Babel, Devid Wijaya dan Micco Aureldo menjadi juara 2 UI/UX Design Raden Fatah Technology (Rafatech) 2022 yang diselenggarakan Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang pada 18-19 Juli.

"Alhamdulillah Devid dan Micco, mahasiswa Polman Negeri Babel prodi TRPL menjadi juara 2 UI/UX Design Rafatech 2022. Saya selaku pembimbing bangga karena mereka berdua semangat untuk mengikuti lomba UI/UX, setelah selesai perkuliahan mereka terus berinovasi dan mengerjakan UI/UX sampai malam hari," kata Riki Afriansyah, dosen pembimbing dan Kepala UPT Sistem Informasi Polman Negeri Babel melalui pesan WhatsApp, Minggu (24/7/2022) sore.

Ditambahkannya, sebagai dosen pembimbing selalu memotivasi mereka bahwa yang paling penting adalah keberanian dan pengalaman.

"Kita harus berani untuk mencoba, kalah atau menang tidak menjadi masalah namun yang paling terpenting adalah pengalaman. Dari pengalaman ini lah kita belajar untuk berimprovisasi menjadi lebih baik," ujar Riki.

Dilanjutkannya, dari hasil semangat dan kerja keras mereka akhirnya Tim Shell Polman Negeri Babel menjadi juara 2 UI/UX Design Rafatech 2022.

"Kami ucapkan selamat dan teruslah berkarya sehingga bisa terus menjadi yang terbaik dan memberikan nama harum bagi Polman Negeri Babel," harapnya.

Diungkapkannya, aplikasi yang dibuat mengambil tema kesehatan dengan detail yang berfokus pada Mental Healty atau Kesehatan Mental.

"Kami yakin dan percaya bahwasannya kesehatan adalah aset yang penting, namun terkadang kita disibukkan oleh waktu ataupun banyak kegiatan. Sehingga Ketika kita terfokus kepada hal itu maka kesehatan juga akan menjadi terabaikan," jelasnya.

Berdasarkan penjabaran tersebutlah yang membuat kami membuat aplikasi ini dengan memilih tema kesehatan.

"Selanjutnya seperti yang kami katakan diawal bahwasannya aplikasi kami mengangkat tema kesehatan dengan focus utama pada Mental Healthy, mengapa kami memilih membuat aplikasi seperti ini? Alasannya sederhana, sakit bukan hanya sekedar pada fisik atau tubuh tetapi mentalitas juga termasuk dalam kategori," katanya.

Contoh sederhananya adalah ketika seorang individu mengalami stress yang berat dalam kurun waktu yang lama, karena pekerjaan atau faktor lain ini akan berdampak pada mental, ketika mental terganggu atau dalam kata lainnya tidak stabil maka ini juga akan berdampak ke diri kita sendiri.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved