Rabu, 22 April 2026

Beginilah Kondisi Jasad Brigadir J saat Peti Dibuka Keluarga

Terungkap kondisi jasad anggota Brimob yang ditugaskan mengawal istri Irjen Ferdy Sambo itu saat peti jenazahnya dibuka?

Editor: fitriadi
tribunjambi/aryo tondang
Peti jenazah Brigadir J berhasil diangkat dari liang lahat untuk dibawa ke RSUD Sungai Bahar, Jambi, Rabu (27/7/2022) pagi. Beginilah kondisi jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua atau Brigadir J saat peti jenazahnya dibuka. 

BANGKAPOS.COM, JAMBI - Beginilah kondisi jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua atau Brigadir J saat peti jenazahnya dibuka.

Makam Brigadir J di pemakaman daerah Muaro Jambi, Jambi, dibongkar untuk kepentingan autopsi ulang melibatkan tim forensik pada hari ini, Rabu (27/7/2022).

Pembongkaran makam sopir dinas istri Irjen Ferdy Sambo melibatkan 5 orang dari organisasi masyarakat Pemuda Batak Bersatu (PBB) yang ditunjuk keluarga Brigadir J.

Peti jenazah Brigadir J sudah diangkat dan dibawa ke RSUD Sungai Bahar, Jambi untuk kemudian dilakukan aotupsi terhadap jenazah.

Baca juga: Jelang Makam Anaknya Dibongkar, Ibu Brigadir J Sebut Istri Irjen Ferdy Sambo

Terungkap kondisi jasad anggota Brimob yang ditugaskan mengawal istri Irjen Ferdy Sambo itu saat peti jenazahnya dibuka?

Anwar Pardede, satu dari 5 orang yang terlibat dalam penggalian makam Brigadir J, mengungkap kondisi jenazah setelah berhasil diangkat dari liang lahat.

Melansir Tribunjambi.com, Anwar mengaku melihat langsung kondisi wajah Brigadir J setelah peti jenazah berhasil dinaikkan dari makam, dan dibuka oleh pihak keluarga untuk memastikan kondisi jenazah.

"Saya lihat langsung saat peti dibuka sebatas lehernya, kondisi wajahnya masih utuh," kata Anwar Pardede setelah selesai melakukan penggalian, Rabu (27/7/2022) pagi.

Katanya, tidak ada tanda-tanda pembusukan di bagian wajah Brigadir J. Kondisi jasad tidak jauh berbeda dengan kondisi saat pertama kali dimakamkan.

Anwar Pardede mengaku suka rela ikut terlibat dalam proses penggalian makam Brigadir J.

"Ya ikhlas lah terlibat di sini, suka rela dan kami juga sudah dirikan posko selama 6 hari di lokasi makam," katanya.

Makam Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dan Brigadir J semasa hidup.
Makam Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dan Brigadir J semasa hidup. (Kloase Tribunnews.com/ Tribunjambi.com/ Danang Noprianto)

Sebagai masyarakat, dan terlibat langsung dalam proses ekshumasi Brigadir J, Anwar Pardede berharap ada titik terang dalam kasus ini.

"Harapan pribadi, dan sebagai masyakat, semoga kasus ini berjalan dengan baik, dan kasus bisa segera terselesaikan, sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," sebutnya.

Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Orang yang Ancam Brigadir J Ada di Foto Bersama Irjen Ferdy Sambo

Anwar Pardede mengaku tidak menemukan kesulitan selama proses penggalian makam Brigadir J. Proses penggalian berjalan lancar hingga peti jenazah berhasil dinaikkan, setelah sekira 1 jam proses penggalian.

Ia juga akan kembali terlibat saat pemakaman kembali jenazah almarhum Brigadir J setelah selesai diautopsi oleh tim forensik.

Polri Berharap Hasil Autopsi Ulang Dapart Membuka Kasus Menjadi Jelas

Kadiv Humas Polri Irjen Dedy Prasetyo berhatap proses autopsi ulang jenazah Brigadir J dapat membuka kasus menjadi terang benderang.

Hal ini diungkapkannya saat memberikan keterangan kepada awak media di RSUD Sungai Bahar, Rabu (27/7/2022).

Ia meminta doa kepada masyarakat agar proses autopsi dapat berjalan dengan lancar.

"Jadi saya tegaskan yang saya sampaikan pada hari ini kita berdoa bersama agar kegiatan ekhsumasi pada hari ini dapat berjalan dengan lancar," ucapnya.

"Dan sekali lagi, autopsi ulang ini dapat membuat kasus ini terang benerang dan dapat dibuktikan secara ilmiah," harapnya.

Baca juga: Alasan Polri Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Jenazah Sopir Istri Irjen Ferdy Sambo Dibawa ke RSUD

Irjen Dedi Prasetyo mengatakan proses autopsi ulang jenazah Brigadir J diawasi oleh lembaga independen.

"Kegiatan ini diawasi dari Komnas HAM yang konsisten dan beliau juga pola kerjanya independen dan parsial tidak bisa diintervensi oleh semua pihak," ujarnya, Rabu 27 Juli 2022.

Selain Komnas HAM, juga diawasi oleh pengawas eksternal yakni Kompolnas yang juga independen. Pola kerja tim independen dan imparsial dalam kasus ini sama.

Pengawasan secara independen dan imparsial ini agar kasus yang ditangani oleh tim khusus yang dibentuk Kapolri betul- betul proses pembuktian dilakukan secara scientific, dan crime investigasi ini betul betul menjadi hal mutlak yang dilakukan.

"Tentunya agar semua kasus yang ditangani betul-betul dijelaskan nanti di persidangan secara terang benderang dan secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Irjen Dedy juga menyampaikan bahwa dokter forensik yang ditugaskan sudah di-assesment sehingga pelaksanaan ekshumasi melibatkan dokter forensik Indonesia memiliki sifat independen dan imparsial.

Diberitakan sebelumnya, hari ini dilakukan autopsi ulang jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Pada Rabu (27/2/2022) pukul 06.15, terpantau puluhan anggota Polri telah berjaga di lokasi makam, di Unit 1 Sungai Bahar, Muaro Jambi, Jambi.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Komnas HAM, Brigadir J Ditembak dari Jarak Berbeda

Ambulans yang akan membawa jenazah Brigadir J dari makam ke rumah sakit juga telah tiba di lokasi

Jalan jalan di samping makam Brigadir J juga diblokir sementara.

Autopsi ulang digelar untuk menjawab keraguan atas autopsi yang dilakukan sebelumnya.

Permohonan melaksanakannya disampaikan oleh kaluarga Brigadir J melalui kuasa hukumnya.

Pelaksanaan autopsi ulang ini melibatkan dokter forensik dari yang ditunjuk oleh Polri dan juga tim independen.

Di antara dokter forensik tersebut ada yang berasal dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia, dan juga dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.

Kronologi Tewasnya Brigadir J Versi Kepolisian

Diberitakan sebelumnya, Brigadir J meninggal dunia pada Jumat (8/7/2022) sore.

Keterangan polisi, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Motif baku tembak, polisi mengatakan berawal dari aksi Brigadir J yang masuk ke kamar pribadi Irjen Ferdy Sambo.

Di dalam kamar itu ada istri Irjen Ferdy Sambo.

Brigadir J disebut polisi melakukan pelecehan dan penodongan senjata kepada istri Irjen Ferdy Sambo

Kemudian ada teriakan istri Irjen Ferdy Sambo, hingga akhirnya Bharada E turun dari lantai dua rumah tersebut untuk memeriksa ke arah sumber teriakan.

Ia menegur Brigadir J yang baru keluar dari kamar, kemudian dibalas tembakan, dan akhirnya baku tembak.

Namun pihak keluarga meragukan kronologi dari pihak kepolisian tersebut. Apalagi di tubuh Brigadir J ditemukan bekas mirip luka sayatan dan luka lebam.

Selain itu keluarga juga merasa janggal karena lamanya polisi menyampaikan pernyataan pers, yakni 3 hari setelah Brigadir J meninggal dunia.

(TribunJambi.com/Aryo Tondang/Danang Noprianto)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Autopsi Ulang Brigadir Yosua, Kesaksian Penggali Makam Sebut Wajah Masih Utuh saat Peti Dibuka

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved