Berita Bangka Tengah
Titik Penyesalan Jamal Mirdad, Terjerumus Perjudian hingga Nekat Membunuh Ibu Kandung
Penyesalan selalu datang terlambat, hal ini ternyata dirasakan oleh Jamal Mirdad (31), yang merupakan pelaku yang nekat membunuh ibu kandung
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penyesalan selalu datang terlambat, hal ini ternyata dirasakan oleh Jamal Mirdad (31), yang merupakan pelaku yang nekat membunuh ibu kandung di Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Simpangkatis, Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Peristiwa yang terjadi pada 24 Juni 2022 lalu, menyita banyak perhatian masyarakat karena sebelumnya bahkan tak pernah terjadi kasus anak yang tega membunuh ibu kandung.
Bangkapos.com berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Jamal Mirdad.
Ia nampak masih tak bisa melupakan kejadian tersebut hingga saat ini, penyesalan nampak dari raut wajahnya saat bangkapos.com mendatanginya di Mapolres Bangka Tengah, Selasa (26/7/2022).
Di balik jeruji besi, Jamal Mirdad menceritakan titik penyesalannya karena telah membunuh ibu kandung yang telah melahirkannya itu.
Jamal menceritakan bagaimana awal dirinya terjerumus ke perjudian padahal sebelumnya ia banyak melakukan hal positif.
Ia menjelaskan bahwa pergaulan yang salah hingga menyebabkan dirinya terjerumus ke hal negatif.
Awalnya ia sering diminta untuk mengisi acara orgen tunggal karena hoby menyanyi, dari kegitan tersebut ternyata hal negatif datang.
Pergaulan dan salah memilih teman membuatnya suka mabuk dan berjudi. Akhirnya kedua hal itu menjadi kegitan yang sering dilakukan.
"Sebenarnya enggak ada yang dengan sengaja mau ngelakuin hal-hal kayak gitu. Saya waktu masih sekolah SMP dan SMA dulu enggak pernah aneh-aneh, bahkan pendiem. Ibu saya juga guru ngaji, jadi saat itu saya juga rajin ibadah. Entah kenapa, umur 20-an itu saya baru mulai-mulai ngelakuin hal-hal (negatif-red) kayak gitu dan yang paling parah itu memang judi, dan dari umur belasan tahun saya ini memang sudah hobi nyanyi dan sering lah dipanggil buat ngisi-ngisi acara organ tunggal.
Awalnya dari situ, mungkin pergaulannya udah kelewatan dan saya juga enggak bisa nahan, makanya mulai main judi dan mabuk-mabukan. Kalau narkoba Alhamdulillah enggak, bahkan sampai sekarang pun saya enggak tau bentuk narkoba itu gimana," kata Jamal.
Jama menjelaskan dari perjudian tersebut, dirinya mengalami banyak masalah hingga dipenuhi hutang, bahkan hingga belasan juta rupiah.
Bahkan dirinya nekat menggadaikan sertifikat rumah demi bisa bermain judi.
"Kalau hutang memang ada, termasuk hutang sama rentenir. Tapi yang berhutang sama saya juga ada. Dulu ada yang bilang kalau saya sempat gadai sertifikat rumah karena mau main judi, itu juga benar. Tapi saya kalau minjem uang sama orang itu cepat ngembaliinnya. Kalau enggak salah total hutang saya sama orang saat ini sekitar Rp13 juta sampai Rp14 juta," katanya.
Dijelaskan Jamal, titi penyesalannya ada pada judi. Sebab, sebelum mengenal permainan haram tersebut dirinya tak memiliki masalah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220604-pelaku-pembunuhan-terhadap-ibu-kandungnya-saat-digelandang-oleh-satreskrim-polres-bateng.jpg)