Rabu, 6 Mei 2026

Bukan Ramalan Tapi Kajian, BMKG Sebut Ada Potensi Gempa dan Tsunami 10 Meter di Cilacap

Bukan Ramalan Tapi Kajian, BMKG Sebut Ada Potensi Gempa dan Tsunami 10 Meter di Cilacap

Tayang:
Editor: Dedy Qurniawan
natgeo.imgix.net
Ilustrasi bencana alam tsunami - Bukan Ramalan Tapi Kajian, BMKG Sebut Ada Potensi Gempa dan Tsunami 10 Meter di Cilacap 

Seperti dijelaskan di atas, gempa megathrust ini berpotensi menimbulkan tsunami.

Untuk itu, sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung juga telah mengingatkan akan ancaman bahaya gempa megathrust khususnya di wilayah pesisir Jawa Barat. 

Karena itu, BPBD diminta segera memberikan sosialisasi, edukasi, dan imbauan kepada masyarakat berkaitan dengan rekomendasi dari BMKG terkait tsunami ini.

Skenario potensi ini mereka buat untuk mengetahui sebesar apa dampak yang ditimbulkan jika terjadi gempa berkekuatan 8,7 magnitudo  di selatan Jawa.

BMKG menjelaskan, Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang berhadapan langsung dengan zona subduksi selatan Jawa, baik subduksi Selat Sunda maupun subduksi Jawa Barat.

Hal ini berimplikasi pada ancaman tsunami yang berpotensi terjadi akibat kejadian gempa bumi yang bersumber dari zona subduksi tersebut sebagai bentuk upaya mitigasi bencana gempabumi dan tsunami.

BMKG Stasiun Geofisika Bandung pun telah melakukan pemodelan bahaya tsunami dalam bentuk Peta Bahaya Tsunami di Lima Kabupaten di Wilayah Jawa Barat yang memiliki pesisir selatan.

Ada dua skenario gempabumi yang digunakan dalam pemodelan, yaitu gempabumi dengan magnitudo M 8,7 di Zona Subduksi Selat Sunda (untuk Kabupaten Sukabumi dan Cianjur) dan gempabumi dengan magnitudo M 8,7 di Zona Subduksi Jawa Barat-Tengah (untuk Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran). 

Baca juga: Kian Mematikan, Rusia Kini Kerahkan Kapal Selam Nuklir Kiamat yang Bisa Ciptakan Tsunami

Skenario gempabumi megathrust didasarkan pada segmentasi dan magnitudo maksimum Subduksi Indonesia yang bersumber dari Buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 (Pusgen, 2017).

Pertama, peta bahaya tsunami pun menampilkan estimasi luasan daerah rendaman tsunami (inundasi) dan waktu tiba gelombang tsunami di Pantai Pelabuan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan pemodelan tsunami yang telah dilakukan, didapatkan hasil estimasi tinggi tsunami maksimum 18 meter dan estimasi waktu tiba gelombang tsunami 18 menit.

Kemudian di Pantai Sindangbarang, Desa Saganten, Kabupaten Cianjur, berdasarkan pemodelan tsunami yang telah dilakukan, didapatkan estimasi tinggi tsunami maksimum 9 meter dan estimasi waktu tiba gelombang tsunami 10 - 15 menit.

Peta bahaya tsunami kemudian menampilkan estimasi luasan daerah rendaman tsunami dan waktu tiba gelombang tsunami di wilayah Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Berdasarkan pemodelan tsunami yang telah dilakukan, didapatkan hasil estimasi tinggi tsunami maksimum 19 meter dan estimasi waktu tiba gelombang tsunami 10 - 15 menit

Peta bahaya tsunami kemudian menampilkan estimasi luasan daerah rendaman tsunami dan waktu tiba gelombang tsunami di Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Sumber: Kompas TV
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved