Rabu, 13 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Bisnis Homestay Pelan Tapi Menguntungkan, Harga Lebih Miring Jadi Daya Tarik

Harga yang ditawarkan yang lebih miring ternyata menjadi alasan konsumen memilih homestay sebagai penginapan, khsusnya ketika libur akhir pekan.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika |
Bangkapos.com/Sela Agustika
Tampilan Homestay Hidayatullah di Jalan Batin Iso atas No 436, Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Peluang bisnis homestay memiliki potensi ekonomi. Tingginya animo wisatawan lokal hingga luar daerah ke Pulau Bangka menjadikan bisnis homestay ikut ketiban rezeki.

Di Pangkalpinang sendiri bebebapa homestay yang dibangunan seperti rumah dan didesain dengan modifikasi serta gaya yang menarik, dengan fasilitas setara hotel ternyata menjadi daya tarik bagi masyatakat.

Pasalnya harga yang ditawarkan yang lebih miring ternyata menjadi alasan konsumen memilih homestay sebagai penginapan, khsusnya ketika libur akhir pekan.

"Kebetulan saya dari mentok, kemaren ada acara dua hari di Pangkalpinang, kalo bolak balik lumayan jauh, jadi pilih menginap di homestay karena harga juga lumayan murah dibanding ke hotel, trus juga fasilitas beda-beda tipis meskipun masih mewah hotel," ungkap Meli Warga yang memilih menginap di Homestay.

Tak hanya itu, ia juga mengaku pelayanan dan keamanan yang diberikan di homestay juga terjamin.

"Kalau kebersihan kita lihat juga disini tidak kalah bersih juga, sama kaya hotel-hotel," ucapnya.

Sementara itu diketahui antusias masyarakat menginap di homestay, khususnya di Kota Pangkalpinang sendiri disambut antusias.

Seperti halnya Homestay Hidayatullah di Jl. Batin Iso atas No.436, Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang yang setiap weekend selalu full terisi tamu atau wistawan yang berkunjung ke Kota Pangkalpinang.

Tarif yang ditawarkan Homestay ini sangat miring yakni perhari hanya Rp100 ribu untuk kamar biasa dan Rp150 ribu untuk kategori kamar famili.

Bahkan Homestay yang kurang lebih sudah berdiri sejak empat tahun terakhir dengan fasilitas berupa tempat tidur, AC dan kamar mandi ini menyediakan sebanyak 15 kamar.

"Alhamdulillah perlahan bisnis homestay kita (Hidayatullah) peminatnya lumayan tinggi, biasnaya setiap weekend hari kamis hingga Minggu selalu full terisi, namun untuk hari biasanya kadang terisi hanya 5 hingga 7 kamar," ujar owner Homestay Hidayatullah, Sukron Makmum kepada Bangkapos.com, Rabu (3/7/2022).

Diakui Sukron, bisnis Homestay yang dikelolahnya bisa meraup omzet hingga Rp30 juta perbulan.

"Kalau omzet memang tidak menentu, tapi misalkan ramai bisa mencapai Rp30 juta perbulan, dan kalo sepi kaya pas covid-19 tinggi ini perbulan paling rendah Rp15 jutaan," katanya.

Ia menyebut, rata-rata masyatakat yang memilih menginap di homestay tempatnya stabil, baik tamu dari luar daerah hingga masyarakat lokal.

"Kalau homestay kita memang lebih dikhususkan untuk yang berkeluarga, dan tamu kita juga beberapa dari luar daerah juga dan ada juga dari lokal seperti Muntok, dan lainnya. Ya dari segi harga yang kita tawarkan memang homestay di kita termurah di Pangkalpinang," ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved