Suami Nekat Mutilasi Bibir Hidung dan Telinga Seorang Polisi karena Lakuin Hal Ini ke Istrinya

bulan lalu pelaku telah melaporkan kasus atas nama Qasim Hayat ke kantor polisi. Ia mendaftarkan kasus di bawah pasal 354 (penyerangan terhadap...)

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Mayat Mutilasi 

BANGKAPOS.COM, ISLAMABAD -- Seorang suami dan komplotannya nekat melakukan penyerangan terhadap seorang polisi.

Hal itu dilakukan oleh komplotan suami lantaran sang polisi dituding telah melakukan pelecehan seksual atau tindakan asusila.

Buntut tindakan asusila itu, sang suami dan komplotannya itu tega memotong hidung dan memutilasi telinga serta bibir polisi tersebut.

Adapun kasus ini terjadi di Distrik Jhang, di provinsi Punjab, Pakistan pada Minggu (31/7/2022) lalu.

Korban polisi bernama Qasim Hayat menjadi sasaran penyiksaan berat sebelum pelaku utama, Muhammad Iftikhar dan kaki tangannya melakukan penyiksaan terhadap korban.

Baca juga: Kisah Anjar Hari Riswanto, Penjual Ikan yang Nikahi Bule Rusia Zukofa Veronica, 6 Tahun Menunggu

Baca juga: Inilah Nama-nama 10 Perwira Polisi yang Dicopot Kapolri Terkait Tewasnya Brigadir J

Baca juga: Kisah TKW Cantik di Taiwan ini Layani Majikan Tiap Malam Hingga Selalu Tidur Berdua Satu Kamar

Baca juga: Baru Terbongkar, Jemaah Haji dan Umrah Lakukan Perbuatan Terlarang saat di Kota Makkah, Arab Saudi

Baca juga: 5 Bacaan Doa Agar Terlihat Cantik dan Bercahaya, Aura Wajah Terpancar Setiap Hari

Kepolisian Punjab mengatakan bahwa Iftikhar telah menuduh Hayat karena memeras istrinya dan memaksanya melakukan hubungan terlarang dengannya.

Menyitir dari Hindustan Times, karena itu Hayat menjadi sasaran penyiksaan berat sebelum Iftikhar bersama komplotannya memotong hidung, telinga dan bibir korban pada Minggu.

Polisi mengatakan, Iftikhar yang menjadi pelaku utama mencurigai korban memiliki hubungan dengan istrinya.

Dia pun menyusun rencana bersama 12 orang komplotannya untuk menculik korban.

Kronologis yang diungkapkan polisi, korban pada saat ini sedang dalam perjalanan pulang.

Para pelaku yang sudah mengetahui keberadaan korban kemudian membawanya ke tempat sepi.

“Di mana ditempat itu para pelaku menyiksanya dengan kejam sebelum memotong bagian-bagian tubuhnya dengan pisau," kata seorang pejabat polisi.

Bagian yang terpotong itu adalah hidungnya, dan bibir serta telingnya juga dimutilasi.

Baca juga: Cara Menggunakan Social Spy WhatsApp untuk Sadap WA Online untuk Kebutuhan Tertentu

Baca juga: Terungkap Misteri Keberadaan Pakaian Brigadir J Saat Insiden di Rumah Ferdy Sambo, ini Kata Polisi

Baca juga: Doa Tobat Nabi Adam Hingga Nabi Muhammad, Termasuk Doa & Niat Sholat Taubat Agar Hidup Lebih Berkah

Baca juga: Luna Maya Blak-blakan Beberkan Kriteria Pria Idaman, Salah Satunya Punya Gigi Bersih

Baca juga: Mahfud MD Sebut Kasus Kematian Brigadir J Tak Sama dengan Kriminal Biasa: Harus Bersabar

Baca juga: Doa-doa Dahsyat yang Dapat Mendatangkan Rezeki dan Kesuksesan Dalam Hidup

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit distrik Jhang di mana kondisinya dinyatakan kritis.

Polisi menambahkan bahwa, bulan lalu pelaku telah melaporkan kasus atas nama Qasim Hayat ke kantor polisi.

Ia mendaftarkan kasus di bawah pasal 354 (penyerangan terhadap wanita), 384 (pemerasan) dan 292 (pornografi) dari KUHP Pakistan (PPC).

Menurut pengakuan Iftikhar, Hayat telah memaksa istrinya untuk melakukan hubungan terlarang dengannya sambil mengancam akan membunuh putranya.

Klaim itu dikatakan pelaku ketika istrinya bertemu Hayat, dimana dia memaksa istrinya untuk berhubungan seks dengannya.

Bahkan Hayat meminta adegan itu direkam dan kemudian mulai memeras istri Iftikhar.

Sejauh ini, polisi masih memburu keberadaan pelaku Iftikhar dan komplotannya.

Kasus Lain

Dalam kasus lainnya, seorang wanita berusia 18 tahun dari desa Kathirvedu, India dibunuh oleh suaminya karena "tidak mempercayainya".

New Indian Express pada 1 Agustus melaporkan bahwa pelakunya adalah Mathan, berusia 22 tahun.

Baca juga: Selain Mengenyangkan, Ternyata Inilah Manfaat Lain Ubi Jalar Menurut dr Zaidul Akbar

Baca juga: dr Aisah Dahlan Ingatkan Orang Tua, Pantang Menasehati Anak Perempuan Saat Menstruasi, Ini Dampaknya

Baca juga: Ferdy Sambo, si Jenderal Bintang Dua Termuda, Dulu Dikenal Intel Berambut Gondrong Pemburu Bandit

Baca juga: 2 Doa Dashyat Menghilangkan Jerawat yang Mengganggu, Insya Allah Kembali Bersih dan Sehat

Baca juga: Kisah Lisa, TKW Jadi Bulan-bulanan Majikan Gegara Tagihan Listrik Bengkak, Sampai Niat Lakukan Ini

Baca juga: Dahsyatnya Amalan Astaghfirullah Wa Atubu Ilaih, Sering Dibaca Nabi, Bisa Dibaca 3 Kali Sehari

Baca juga: 6 Doa Dahsyat yang Dapat Dipanjatkan Setelah Salat Subuh agar Rejeki Berlimpah

Ia telah menikahi Tamizhselvi 4 bulan yang lalu. Keduanya tinggal bersama di sebuah rumah di Jothi Nagar.

Namun, hubungan mereka terlibat dalam masalah.

Ibu korban, Balkees mengajukan laporan ke polisi daerah Red Hills pada awal Juli 2022, melaporkan putrinya hilang.

Polisi segera membuka penyelidikan dan melacak Mathan di ponsel.

Pada akhirnya, dia mengaku membunuh istrinya karena dia "tidak percaya padaku".

Menurut pengakuan korban, pada 25 Juni 2022, dia mengendarai sepeda motor bersama istrinya ke negara bagian Andhra Pradesh.

Ia kemudian membawanya ke puncak bukit Kailasakona dan menikamnya sampai mati.

Pada 30 Juli, polisi menerima laporan dari warga tentang mayat yang membusuk.

Mayat itu kemudian diidentifikasi sebagai Tamizhselvi. Mathan akhirnya ditangkap dan ditahan.

(*/)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved