Rabu, 20 Mei 2026

Bacaan Niat

Bacaan Niat Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar Lengkap dengan Tata Caranya

Inilah Penjelasan Bacaan Niat Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar Lengkap dengan Tata Caranya

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com
Ilustrasi sholat jamak qashar dzuhur dan ashar - Berapa Rakaat Sholat Jamak Qashar Dzuhur dan Ashar, Berikut Panduan dan Bacaan Niatnya 

BANGKAPOS.COM - Berikut ini penjelasan mengenai bacaan niat sholat jamak dzuhur dan ashar lengkap mulai dari niatnya.

Sebelumnya, perlu diketahui dulu bahwa  sholat jamak merupakan suatu kemudahan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah sholat karena suatu halangan akibat sedang bepergian atau dalam perjalanan.

Nah, karena suatu halangan berupa sedang dalam perjalanan atau bepergian, umat Islam biasanya melaksanakan sholat jamak dzuhur dan ashar.

Lantas bagaimana tata caranya?

Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita mencermati pengertian sholat jamak.

Jamak menurut bahasa artinya mengumpulkan.

Sedangkan menurut istilah, sholat jamak adalah mengumpulkan dua shalat fardlu yang dikerjakan dalam satu waktu dan dikerjakan secara berturut-turut.

Misalnya, mengerjakan sholat dzuhur dan ashar waktu dzuhur.

Pertama mengerjakan sholat dzuhur dan setelah selesai dilanjutkan dengan shalat ashar tanpa terpisah oleh dzikir atau kegiatan lainnya.

Sholat jamak merupakan salah satu kemudahan atau keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah Swt kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Sholat jamak pernah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat ibnu Umar dikatakan:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيْغَ الشَّمْسُ أَخَرَّ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ، ثُمَّ نَزَلَ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ (رواه البخارى)

“Dari Anas ra, ia berkata, “Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat zhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari)

Sholat  fardhu yang yang boleh dijamak yaitu : Shalat zhuhur dijamak dengan ‘ashar dan Shalat maghrib dijamak dengan ‘isya.

Adapun sholat shubuh tidak boleh dijamak dengan sholat lainnya dan tetap dilaksanakan pada waktunya sendiri, walaupun dalam kendaraan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved