Berita Pangkalpinang

Akademisi Nilai Pengembangan Wisata di Bangka Belitung Harus Adaptif dan Antisipatif

Dosen FISIP, dan Anggota Pusdappar Universitas Bangka Belitung, Rendy Hamzah menilai Wisata Bangka Belitung sedang mengalami tren menggembirakan.

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Dok/Rendy
Dosen FISIP, dan Anggota Pusdappar Universitas Bangka Belitung, Rendy Hamzah menilai Wisata Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen FISIP, dan Anggota Pusdappar Universitas Bangka Belitung, Rendy Hamzah menilai Wisata Bangka Belitung sedang mengalami tren menggembirakan dalam beberapa bulan terakhir.

Tren positif tersebut terlihat dari pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terus meningkat, termasuk kunjungan wisatawan asing yang juga jauh lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Menurutnya, hal ini sejalan dengan babak baru bagi momentum kebangkitan pariwisata Bangka Belitung setelah gelombang Pandemi Covid-19 menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif selama dua tahun terakhir. 

Seiring dengan perkembangan sektor pariwisata di Bangka Belitung saat ini pemerintah perlu penguatan, seperti melakukan inovasi kebijakan dan jejaring aliansi strategis yang lebih fokus dan serius antar berbagai pemangku kepentingan untuk terus mendorong kebijakan-kebijakan yang adaptif dan inklusif bagi tumbuh-kembangnya industri turisme lokal.

"Langkah penguatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia lokal yang terus digiatkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota di Bangka Belitung dalam beberapa waktu terakhir sudah tepat, walaupun tentu perlu juga intervensi programatis dan berlanjut kepada para penggiat dan pelaku wisata di lapangan," kata Rendy, Kamis (11/8/2022) kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Saran Sandiaga Uno, Sektor Wisata dan Pertambangan di Babel Harus Saling Dukung Jangan Dibenturkan

Baca juga: Santri Ponpes Hidayatussalikin Dapat Lima Tips Jadi Pengusaha Sukses Versi Menteri Sandiaga Uno

Selain itu, pemerintah daerah harus mampu mengkonsolidasikan berbagai kepentingan industri kepariwisataan, mulai dari pihak penyedia akomodasi perhotelan, para penggiat destinasi, serta juga pelaku industri kreatif dan UMKM agar saling berkolaborasi.

Kemudian sinergi antar pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk terus menginisasi berbagai agenda, baik skala nasional maupun internasional bisa menjadi insentif sekaligus sumberdaya penting bagi percepatan kemajuan pariwisata Bangka Belitung.

Terlebih posisi Bangka Belitung sangat penting dalam percaturan bisnis kepariwisataan nasional, dengan dijadikannya Bangka Belitung sebagai destinasi penting untuk menggaet para turis kelas menengah ke atas, baik domestik maupun luar negeri.

"Kebijakan pariwisata daerah harus lebih diperkuat lagi, khususnya kebijakan yang lebih adaptif dan antisipatif terhadap upaya menjaga konsistensi tren positif," ungkap Rendy.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Ini Minta Kunker Sandiaga Uno ke Babel Tak Sekadar Hadiri Seremoni dan Potong Pita

Baca juga: Dapat Pesan dari Wakil DPRD Soal Agenda Kunjungan Jangan Seremonial, Ini Komentar Sandiaga Uno

Ia menyebut, konsistensi kebijakan pemerintah provinsi agar lebih menseriusi lagi upaya pengembangan sektor pariwisata lokal sangat penting, termasuk terus mendorong kemudahan bagi iklim investasi yang beririsan positif terhadap perkembangan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi perekonomian dan lingkiungan di Bangka Belitung

"Walaupun pariwisata bukan urat nadi utama perekonomian Babel, namun sektor industri turismelah yang menjadi salah satu sektor alternatif penting babel untuk bertransisi dari sektor yang selama ini terlalu bergantung besar kepada industri ekstraktif tambang dan perkebunan," ungkap Rendy.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved