Senin, 20 April 2026

Berita Kriminal

Respon Ketua DPRD Bateng Soal Kasus Asusila pada Anak, Me Hoa: Saya Sangat Prihatin

Dua pekan terakhir, kasus asusila yang menimpa anak usia di bawah umur di Bangka Tengah (Bateng) jadi perhatian.

Penulis: Arya Bima Mahendra |
Bangkapos.com
Ilustrasi kasus asusila pada anak 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dua pekan terakhir, kasus asusila yang menimpa anak usia di bawah umur di Bangka Tengah (Bateng) jadi perhatian. Peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan itu menelan dua korban, bocah perempuan.

Bahkan, satu di antara dua korban tersebut adalah seorang anak yang dirudapaksa oleh ayah kandungnya sendiri berulang kali.

Kejadian ini pun mengundang respon dari sejumlah orang, termasuk oleh Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa yang mengaku prihatin atas kasus tersebut.

"Setau saya, dari data yang ada di Polres, Kejari maupun di Pengadilan Negeri Koba, memang kasus kekerasan terhadap anak di Bangka Tengah cukup tinggi," kata Me Hoa kepada Bangkapos.com, Kamis (18/8/2022).

Ia merasa sangat heran karena kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah, padahal dalam hal anggaran sudah mendapatkan dukungan penuh.

Oleh karena itu, ia meminta instansi terkait melakukan pengawasan secara ketat melalui kerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

"Saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Tapi bagaimana pun juga, segala upaya dan usaha yang kita lakukan selama ini untuk memberantas kasus kekerasan terhadap anak harus tetap dilakukan bila perlu ditingkatkan," ujarnya.

Selain itu, Me Hoa minta agar dinas terkait untuk lebih inovatif ketika melakukan sosialisasi tentang langkah pencegahan kasus kekerasan terhadap anak.

"Saya rasa ini bukan hanya tugas dinas terkait, tapi ini juga menjadi tugas kita bersama," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Bangk Tengah, dr Dede Lina Lindayanti juga mengaku sangat miris ketika mendengar kabar tersebut.

Namun, sebelum adanya pemberitaan terkait hal tersebut, pihaknya telah bergerak terlebih dahulu bersama relawan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

"Kami berupaya terus lakukan pendampingan untuk membantu keamanan dan menyembuhkan trauma korban," ucap Dede.

Pihaknya akan terus mendampingi korban sampai kondisinya benar-benar pulih. Ia minta semua masyarakat untuk lebih peduli dalam melindungi anak-anak yang berada di lingkungan sekitar.

"Dengan begitu, kita berharap agar tidak lagi ruang, waktu dan kesempatan bagi para pelaku mencari korban anak," imbaunya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved