Selasa, 5 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Gawat Ada Kerajaan Sambo di Internal Polri, Tiga Klaster Terlibat, Putri Candrawathi Diperiksa

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD blak-blakan mengungkapkan ada kerajaan Irjen Ferdy Sambo di internal Polri.

Tayang:
Editor: nurhayati
Dok/Bangka Pos
Halaman Bangka Pos Hari Ini 

Mahfud MD juga menilai Polri kini semakin serius menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Sebab, hingga saat ini sudah ada 35 polisi yang terbukti melanggar etik dalam kasus penembakan Brigadir J.        “Ya serius dong,” ucap Mahfud.

Tiga Klaster

Di sisi lain, Mahfud menjelaskan setidaknya ada tiga klaster keterlibatan 35 personel Polri dalam kasus tewasnya
Brigadir J, termasuk pihak-pihak yang harus dipidana dan dikenakan sanksi etik.

Klaster pertama, yakni sosok Irjen Sambo yang menjadi tersangka karena diduga perencana pembunuhan ini.

“Pertama itu ada tersangka Sambo sendiri yang kena pasal pembunuhan berencana,” kata Mahfud.

Untuk klaster kedua yakni pihak yang menghalangi pengusutan kasus tersebut. Mahfud menilai klaster ini
potensial dijerat pasal obstruction of justice.

Sementara klaster ketiga yakni pihak yang sekadar  kut-ikutan saja dalam kasus ini.

Klaster terakhir ini potensial dijerat oleh dugaan pelanggaran etik, bukan pidana.

“Kelompok satu dan dua tak bisa kalau tak dipidana. Yang satu melakukan dan merencanakan. Dan kedua ini buat
keterangan palsu, ganti kunci, memanipulasi hasil autopsi. Itu bagian obstruction of
justice,” pungkas Mahfud.

Lebih lanjut, Eks Menteri Pertahanan itu meyakini tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J tersebut akan bertambah.

“(Tersangka) harus bertambah,” ujarnya.

Serahkan ke Polisi

Menanggapi isu kerajaan Sambo di internal Polri, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso
sependapat karena keberadaan ‘kerajaan Sambo’ dinilai terlihat jelas dalam kasus kematian Brigadir J.

“Saya sudah sebutkan ada geng, geng mafia ada. Kalau sekarang istilahnya kerajaan, itu orang lain yang sebut. Geng itu sudah terbukti dalam proses kematiannya Brigadir Yosua. Sekarang dapat lagi saya info seperti
ini tentang kerajaan, berarti analisis saya benar,” kata Sugeng kepada wartawan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved