Senin, 18 Mei 2026

Perempuan Ujung Tombak Kelola Sampah Jaga Lingkungan

FITRI, 41 tahun tak pernah bermimpi bisa begitu dekat dengan sampah. Sejak 2015, ia berusaha mengenali apa itu sampah hingga bisa bermanfaat

Tayang:
Penulis: Edy Yusmanto |
Perempuan Ujung Tombak Kelola Sampah Jaga Lingkungan - 20220825-ksm-kawa-begawe123.jpg
Bangkapos.com/Edy Yusmanto
Fitri (41) sedang memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse Reduce Recycle) KSM Kawa Begawe Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/6/2022).
Perempuan Ujung Tombak Kelola Sampah Jaga Lingkungan - 20220825-ksm-kawa-begawe12.jpg
Bangkapos.com/Edy Yusmanto
Fitri (41) sedang memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse Reduce Recycle) KSM Kawa Begawe Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/6/2022)

Peran Perempuan Kelola Sampah Jaga Lingkungan (KSM Kawa Begawe)

BANGKAPOS.COM, BANGKA - FITRI, 41 tahun tak pernah bermimpi bisa begitu dekat dengan sampah. Sejak 2015, ia berusaha mengenali apa itu sampah hingga bisa bermanfaat dan menjadi bagian gerakan nyata peduli lingkungan.

Pagi itu cuaca cukup cerah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse Reduce Recycle) KSM Kawa Begawe Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/6/2022).

Tumpukan karung sampah dan aroma khas menjadi menu pembuka bagi siapapun yang memasuki kawasan yang terletak tepat di belakang Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II Kota Pangkalpinang ini.

Dari sisi lain, sejumlah pohon buah seperti mangga, rambutan, jambu hingga ceri menjadi pagar hidup yang membuat kawasan ini terlihat hijau.

Di kejauhan Fitri terlihat wara wiri di tumpukan karung sampah non organik.

Sembari membawa pisau kecil, jemarinya lincah membuka setiap karung plastik satu persatu. Karung berisi beragam sampah non organik itu dikeluarkan Fitri. Mulai dari botol air mineral, plastik bekas makanan ringan, ember pecah, baskom bolong, plastik kresek hingga besi-besi karat.

Semuanya dipisah dan dikelompokkan dalam karung lain sesuai jenisnya. Itulah bagian dari pemilahan sampah sebelum diangkut dan bernilai ekonomi.

Fitri merupakan Bendahara (Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kawa Begawe sejak tahun 2015. Perjalanan Fitri bersahabat dengan sampah hingga saat ini tak sengaja. Kala itu, Fitri diminta hadir ke acara pertemuan di Kantor Kelurahan Selindung.

Ternyata ada pembahasan soal pembentukan KSM Kawa Begawe sebagai operasional TPST 3R yang merupakan program Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dalam rapat itu, Fitri dipercaya menjadi bendahara.

Meski tak tahu soal sampah, warga Perumahan Pinang Mas Blok C No 2 Selindung ini berani mengiyakan tawaran itu.

"Ternyata, sampah bisa diolah dan menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Fitri kepada Bangka Pos.

Tak banyak perempuan yang berstatus ibu rumah tangga mau bergelut dengan sampah begitu juga Fitri. Ibu dua anak ini sebenarnya dilarang suami berkecimpung langsung dengan sampah.

Dorongan akan peduli lingkunganlah yang membuat Fitri teguh untuk mengambil peran ini.

Setiap hari, Fitri bersama rekan-rekan KSM Kawa Begawe yaitu Jamil, Agus dan Mega berkomunikasi soal sampah. Fitri dan Mega bertugas untuk mensortir sampah non organik. Sedangkan, Jamil dan Agus menjadi tenaga operasional yang mengambil sampah di rumah-rumah warga.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved