Intip Kekayaan ANS Kosasih, Dirut PT Taspen Anak Buah Erick Thohir
Setahun yang lalu Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Antonius Kosasih sebagai Direktur Utama PT Taspen (Persero).
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM - Beberapa hari belakangan video yang menampilkan kuasa hukum Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak membuat banyak pihak "senggol-senggolan".
Usai hebohnya rencana laporan Erick Tohir terhadap kritikus Faizal Assegaf ke polisi, kini giliran Dirut PT Taspen yang jadi sorotan.
Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih, melalui kuasa hukumnya Duke Arie Widagdo membantah tudingan pengacara Kamaruddin Simanjuntak soal narasi dalam video yang beredar itu.
Ia juga mengatakan akan menempuh jalur hukum atas pernyataan Kamaruddin tersebut. Sebab, hal itu dinilai merupakan fitnah.
Sebagai informasi, setahun yang lalu Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk ANS Kosasih sebagai Direktur Utama PT Taspen (Persero).
Penunjukan ANS Kosasih sebagai Direktur Utama Taspen dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri BUMN pada tanggal 17 Januari 2020.
Antonius Kosasih menggantikan Iqbal Latanro. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Taspen, ANS Kosasih menjabat sebagai Direktur Investasi Taspen.
Sebelumnya, pria kelahiran 12 Juli 1970 ini sudah malang melintang di badan usaha milik pemerintah.
Karier ANS Kosasih moncer dan terekam panjang di banyak sejumlah BUMN dan BUMD.
Pria ini pernah menjabat Direktur Keuangan Perum Perhutani (2010-2014), Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) (2014-2016), Komisaris Utama PT WIKA REALITY (2016-2017), Direktur Keuangan PT WIJAYA KARYA (Persero) (2016 - 2019).
Kemudian ANS Kosasih juga pernah menjabat Direktur Investasi PT TASPEN (Persero) (2019 - 2020), dan terakhir jabatannya kini adalah Direktur Utama PT TASPEN (Persero) (2020-sekarang)
Total kekayaan Antonius Kosasih
Sebagai seorang pejabat BUMN, ANS Kosasih berkewajiban untuk melaporkan LHKPN. Dilihat di laman elhkpn KPK, ia tercatat tiga kali melaporkan LHKPN.
Laporan pertama disampaian saat ia menjabat Direktur Keuangan Perum Perhutani. Dalam LHKPN yang dilaporkan pada 29 Maret 2010 itu, ia memiliki harta sebanyak Rp6.993.931.173.
Laporan kedua diserahkan ke KPK pada 2 Februari 2015 saat ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Tranjakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220828-Direktur-Utama-PT-Taspen-Antonius-NS-Kosasih.jpg)