Daftar 10 Pejabat Terkaya di Indonesia, Ada Sandiaga Uno hingga Prabowo Subianto
Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto diketahui masuk dalam jajaran 5 teratas pejabat terkaya di Indonesia tahun 2021
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Ardhina Trisila Sakti
9. Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin: Rp438,86 miliar
10, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto: Rp425,60 miliar
Di antara nama-nama tersebut baru ada 5 pejabat yang status LHKPN-nya sudah diumumkan lengkap, yakni Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Nadiem Anwar Makarim, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Airlangga Hartarto.
Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) diperoleh bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menduduki daftar nomor satu.
Dalam artian dia adalah orang terkaya di antara pejabat negara Indonesia lainnya di tahun 2021.
Diketahui total kekayaan Sandiaga Uno mencapai Rp10,617 triliun pada akhir 2021.
Harta Sandiaga Uno bertambah sekitar Rp6,8 triliun dibanding tahun sebelumnya, di mana kekayaannya tercatat sebesar Rp3,815 triliun pada akhir 2020.
Sandiaga Uno dilantik sebagai Menparekraf pada 23 Desember 2020.
Dengan demikian, peningkatan kekayaan yang fantastis ini terjadi setelah ia setahun menjabat sebagai menteri.
Selanjutnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki total harta kekayaannya pada LHKPN mencapai Rp 2,03 triliun, yang naik tipis dibandingkan periode laporan 2020 yakni Rp 2,02 triliun.
Selanjutnya Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim yang melaporkan hartanya dalam LHKPN periode 2021 mencapai Rp 1,17 triliun, turun tipis dari pelaporan LHKPN periode 2020 yang mencapai 1,19 triliun.
Berikutnya pejabat yang telah terverifikasi adalah Luhut Binsar Pandjaitan.
Total kekayaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu pada LHKPN 2021 mencapai Rp 716,3 miliar, turun dibandingkan periode pelaporan LHKPN 2020 sebesar Rp 746,1 miliar.
Berikutnya harta milik Airlangga Hartarto yang dilaporkan untuk periode 2021 mencapai Rp 425,6 miliar.
Angka ini meningkat cukup besar dibandingkan pelaporan periode 2020 yang mencapai Rp 260,6 miliar.
Sementara itu status LHKPN 5 pejabat yaitu Tahir, Muhamad Mardiono, Benny Laos, Wiranto, dan Muhidin masih dalam tahap verifikasi.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/202292-Kolase-Sandiaga-Uno-dan-Prabowo-Subianto.jpg)