Minggu, 12 April 2026

Berita Pangkalpinang

Komunitas Babel Free Fly Ajak Masyarakat Sayangi dan Lindungi Unggas Parrot

Komumitas yang terbentuk sejak tahun 2015 ini, beranggotakan 23 orang pecinta atau pehobi parrot yang tersebar di Pulau Bangka dan Belitung.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Bangkapos.com/Sela Agustika
Komunitas Babel Free Fly, komunitas pecinta binatang, khususnya unggas Parrot. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Komunitas Babel Free Fly merupakan satu di antara komunitas pecinta binatang, khususnya unggas Parrot atau biasa dikenal paru bengkok.

Komumitas yang terbentuk sejak tahun 2015 ini, beranggotakan 23 orang pecinta atau pehobi parrot yang tersebar di Pulau Bangka dan Belitung

Kehadiran komunitas ini dibentuk sebagai wadah untuk memberi edukasi kepada masyatakat untuk mencintai dan melindungi binatang, sekaligus wadah berkumpul antar pecinta parrot.

Selain memberikan edukasi, komunitas ini juga rutin mengelar bakti sosial guna membantu masyarakat yang membutuhkan ulur tangan atau bantuan biaya pengobatan.

"Jadi, memang awal komunitas ini terbentuk karena sesama pehobi parrot ini sering kumpul. Dari sini, kita juga sering menerbangkan burung sama-sama, dan terbentuklah komunitas ini," tutur Ketua Komunitas Babel Free Fly, Bians, kepada Bangkapos.com, Sabtu (3/9/2022).

Komunitas Babel Free Fly memberikan edukasi unggas kepada anak-anak PAUD.
Komunitas Babel Free Fly memberikan edukasi unggas kepada anak-anak PAUD. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Ada sekitar 10 jenis parrot di komunitas. Ketertarikan mereka terhadap parrot ini dikarenakan memiliki keunikan warna dan kecerdasan.

Bians mengemukakan, keberadaan parrot yang ada, bukan semata-mata untuk kesenangan pribadi. Akan tetapi, parrot yang dikoleksi ini justru setiap hari diterbangkan ke alam bebas guna memberikan kenyamanan dan membebaskan kuadrat sebagai burung.

"Hampir setiap hari kegiatan kita komunitas. Walau enggak semuanya, tapi rutin kita lepaskan parrot ini ke alam bebas secara bersama. Karena kecerdasan yang dimiliki, sehingga bisa kembali ke asal atau rumahnya," jelas Bians.

Selain itu, Komunitas Babel Free Fly juga sering menerima undangan dari sekolah-sekolah yang ingin mengenalkan hewan unggas, khususnya parrot, kepada anak-anak atau masyarakat.

"Untuk event atau kegiatan ini, kita memang Selain rutin menerbangkan parrot, kita juga sering diundang untuk edukasi unggas atau memperkenalkan parrot. Dan di sini tujuan kita mengedukasi, tanpa dipungut biaya jika memang ingin mengundang komunitas," tuturnya.

Ia berharap, kehadiran komunitas Babel Free Fly ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat dan memberi kebebesan hewan sebagai peliharaan.

"Cintailah parrot. Dan apabila melihat parrot ini lepas bebas, bisa diinfokan atau dilaporkan langsung ke pihak terkait agar keberadaan dan kebebasan parrot ini bisa terlindung," ujarnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved