Breaking News:

Tribunners

Meningkatkan Rasa Nasionalisme di Kalangan Pelajar

Di zaman serba teknologi yaitu era globalisasi seperti ini, rasa nasionalisme mulai berkurang, terutama di kalangan pelajar

Editor: suhendri
Meningkatkan Rasa Nasionalisme di Kalangan Pelajar
ISTIMEWA
Yurni S.Pd. - Guru SMAN 2 Tanjungpandan

Oleh: Yurni S.Pd. - Guru SMAN 2 Tanjungpandan

NASIONALISME, satu kata yang sangat berarti. Kita sering tahu bahwa nasionalisme berarti cinta tanah air. Apa sebenarnya nasionalisme itu? Nasionalisme dapat diartikan sebagai paham bahwa kesetiaan tertinggi kepada setiap orang termasuk dalam negara-bangsa, atau sikap dan perilaku spiritual individu dan masyarakat yang menunjukkan tingkat kesetiaan dan pengabdian yang tinggi kepada negara dan bangsa. Tentu rasa cinta tanah air tidak berlebihan.

Rasa ini sangat berhubungan dengan rasa patriotisme atau biasa disebut dengan rela berkorban. Rasa nasionalisme yang tidak diimbangi dengan rasa patriotisme berarti di dalam diri seseorang tidak sepenuhnya memiliki rasa nasionalisme.

Dalam konteks Indonesia, nasionalisme yang mendasarkan diri pada nilai-nilai kemanusian (perikemanusiaan) yang hakiki dan bersifat asasi. Tujuannya mengangkat harkat, derajat, serta martabat kemanusiaan setiap bangsa untuk hidup bersama secara adil dan damai tanpa harus ada diskriminasi di dalam hubungan-hubungan sosial.

Sebenarnya rasa nasionalisme itu sudah dianggap telah muncul manakala suatu bangsa memiliki cita-cita. Selain itu, nasionalisme juga disebutkan sebagai prinsip, rasa, dan usaha yang patriotik serta dengan segala daya siap pula untuk mempertahankannya.

Adapun semangat nasionalisme diartikan sebagai suasana batin yang melekat dalam diri setiap individu sebagai pribadi maupun sebagian bagian dari bangsa dan negara, yang diimplementasikan dalam bentuk kesadaran dan perilaku yang cinta tanah air, kerja keras untuk membangun, membina, dan memelihara kehidupan yang harmonis dalam rangka memupuk dan memelihara persatuan dan kesatuan, serta rela berkorban harta, benda bahkan raga dan jiwa dalam membela bangsa dan negara.

Nasionalisme sangat diperlukan dalam kelangsungan suatu negara, dengan harapan memunculkan rasa persatuan di dalam negara tersebut. Bagaimana dengan kondisi sekarang? Di zaman serba teknologi yaitu era globalisasi seperti ini, rasa nasionalisme mulai berkurang, terutama di kalangan pelajar.

Budaya dan teknologi dari luar mulai menghiasi kebiasaan pelajar saat ini. Kebiasaan yang sesuai dengan kebudayaan kita, tidaklah akan menjadi masalah. Namun, kebiasaan yang bertentangan dengan kebudayaan kita tentunya akan memunculkan beberapa masalah yang nantinya juga berpengaruh dalam tingkat nasionalisme terhadap bangsa.

Generasi muda Indonesia adalah generasi penerus bangsa ini. Bangsa akan menjadi maju bila para pemudanya memiliki sikap nasionalisme yang tinggi. Namun dengan perkembangan zaman yang makin maju, malah menyebabkan makin memudarnya rasa nasionalisme dikarenakan adanya pengaruh Barat yang sedang melanda generasi muda di Indonesia.

Nasionalisme sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara karena merupakan wujud kecintaan dan kehormatan terhadap bangsa sendiri. Dengan hal itu, pemuda dapat melakukan sesuatu yang terbaik bagi bangsanya, menjaga keutuhan persatuan bangsa, dan meningkatkan martabat bangsa di hadapan dunia.

Di era revolusi industri 4.0, nasionalisme merupakan unsur terpenting yang harus dibangun dan dimiliki oleh lapisan masyarakat untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan berdaulat. "Diperlukan adanya strategi yang tepat dan efisien dalam upaya menumbuhkembangkan kembali nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia,".

Namun pada saat ini rasa nasionalisme di kalangan generasi muda makin menurun. Rasa kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme yang ada di jiwa pemuda indonesia kian tergusur dan tergantikan oleh budaya asing yang kurang baik bagi pembangunan karakter anak bangsa, bahkan bisa dibilang "menyesatkan" untuk remaja Indonesia. Banyak pemuda yang seharusnya menjadi pelopor dalam membangun semangat perjuangan Indonesia justru malah terjatuh ke dalam jurang materialisme yang makin tak terkontrol.

Saat ini, banyak remaja bangsa Indonesia yang perlahan-lahan mulai melupakan, bahkan meninggalkan kebudayaan bangsa sendiri. Hal itu disebabkan mereka mulai lebih tertarik pada kehidupan hedonis atau kehidupan yang hanya mengedepankan kesenangan semata. Sebagai salah satu buktinya, kita dapat melihat banyak pemuda bangsa Indonesia yang tidak lagi peduli dengan kondisi keterpurukan uang bangsa Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, makin hari makin banyak budaya asing yang masuk dan merajalela di kehidupan kalangan remaja Indonesia.

Dalam hal ini, generasi muda harus menyadari bahwa "kolonialisme baru" yang saat ini melanda negara-negara berkembang, termasuk negara kita, tidak kalah destruktifnya dengan kolonialisme bersenjata di masa lalu. Oleh karena itu, kehidupan berbangsa harus dihargai dengan mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa yang didasarkan pada ajaran agama, moral, dan etika. Pemuda dapat membentuk budayanya sendiri, berakar pada kepribadian dan adat istiadat yang telah berkembang selama berabad-abad dalam masyarakat kita sendiri, yang ditandai dengan agama, persaudaraan, persahabatan, dan harmoni dengan alam dan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved