Orang Menumpuk Harta Ternyata Akan Diuji 5 Hal Ini, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Orang Menumpuk Harta Ternyata Akan Diuji 5 Hal Ini, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Orang Menumpuk Harta Ternyata Akan Diuji 5 Hal Ini, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad.
Ternyata harta yang ditumpuk akan mendatangkan ujian, bahkan tak hanya satu namun ada lima.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan mengenai orang yang suka menumpuk harta. Menuruntya orang tersebut akan diuji dengan lima perkara.
Ujian-ujian tersebut akan dialami oleh orang yang suka menumpuk harta, di antaranya pelit hingga lalai pada akhirat.
"Siapa yang suka menumpuk harta maka dia akan diuji dengan lima perkara, pertama panjang angan-angan punya ini, ingin ini, dapat ini, mau ini, habis ini, yang kedua tamak, rakus," ujarnya.
Sedangkan yang ketiga, Ustadz Abdul Somad menjelaskan orang yang suka menumpuk harta akan diuji dengan pelit atau tidak mau berbagi dengan orang lain.
"Yang ketiga pelit, bakhil, kedekut tak mau berbagi pada orang lain, yang keempat lupa pada akhirat, lalai, yang kelima tidak ada waraknya," katanya.
Sosok Ustadz Abdul Somad
Dilansir dari Wikipedia, Ustaz H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Datuk Seri Ulama Setia Negara, atau lebih dikenal dengan Ustaz Abdul Somad lahir 18 Mei 1977 adalah seorang da'i atau penceramah agama Islam dari Indonesia yang terutama berfokus dalam bidang ilmu hadis dan fikih.
Ia juga berprofesi sebagai dosen dan pernah mengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau pada tahun 2009–2019.
Abdul Somad merupakan putra pasangan Bakhtiar dan Rohana. Dari pihak ibu, garis keturunannya bersambung kepada Syekh Abdurrahman atau dijuluki Tuan Syekh Silau Laut I, seorang ulama sufi beraliran Tarekat Syattariyah kelahiran Rao, Batu Bara.
Tuan Syekh Silau Laut I merupakan keturunan perantau Minangkabau yang moyangnya berasal dari Mudik Tampang, Rao, Pasaman.
Sejak dari bangku sekolah dasar, Abdul Somad dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfiz Alquran. Tamat dari SD Al-Washliyah Medan pada 1990, ia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah Medan.
Setelah lulus pada 1993, ia melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang, Sumatra Utara selama satu tahun. Pada 1994, ia pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan menyelesaikannya pada 1996.
Tahun-tahun berikutnya antara 1996–1998, ia sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220602_Jangan-sentuh-benda-ini-setelah-berhubungan-kata-Ustaz-Abdul-Somad-menjadi-dosa.jpg)