Tribunners
Guru dan Peradaban Teknologi
Guru harus senantiasa memanfaatkan teknologi untuk membantu siswa dalam belajar
Oleh: Norati, S.Si. - Guru SMPN 4 Tanjungpandan
PEMBELAJARAN daring secara total yang pernah diberlakukan saat badai pandemi Covid-19 melanda Indonesia telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi dunia pendidikan kita. Salah satunya adalah pentingnya penguasaan teknologi yang nyata telah memberi banyak bantuan bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Teknologi pun turut membantu siswa untuk memahami materi yang diberikan oleh guru melalui metode daring.
Pembelajaran daring ibaratnya momentum yang membuka mata bahwa sudah saatnya guru tidak lagi alergi terhadap proses pembelajaran yang ditunjang menggunakan teknologi. Disadari atau tidak, kemajuan teknologi yang makin canggih seperti sekarang sejatinya dapat memberikan kemudahan bagi guru untuk lebiH optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran. Bahkan, wacana optimalisasi teknologi di bidang pendidikan sebenarnya sudah ada sebelum wabah pandemi menyerang. Namun, dengan berbagai alasan, masih banyak guru yang menolak penggunaan teknologi dan tetap berpegang pada metode konvensional.
Kini sudah seharusnya guru masuk ke dalam habitus pembelajaran baru. Penggunaan teknologi jangan dipandang sebagai sesuatu yang mendesak karena efek pandemi dan pembelajaran daring saja. Saat sekolah secara bertahap kembali ke pola normal, kebiasaan penggunaan teknologi tidak boleh ditinggalkan atas dasar "tradisi" lama.
Guru harus senantiasa memanfaatkan teknologi untuk membantu siswa dalam belajar. Meskipun bukan berarti keberadaan teknologi untuk mengganti peran guru. Apalagi, teknologi tidak mempunyai daya kreativitas independen dan emosi layaknya guru yang merupakan seorang manusia. Pada konteks ini, guru tetap memegang peranan penting dalam mendidik anak.
Adapun teknologi dalam hal ini berperan sebagai media pembelajaran yang membantu guru untuk menjelaskan bahan materi dengan efektif dan menyenangkan. Menurut Nizwardi (2016), media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan perangkat software dan hardware yang bisa dipakai untuk menyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke peserta didik sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat, serta menyebabkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Kehadiran teknologi saat ini harus dimaknai sebagai hal yang membangun. Kita sebagai guru tidak perlu "gemes" ketika melihat peserta didik aktif di rumah menggunakan ponsel pintar milik mereka. Justru guru bisa mengambil kesempatan pada kondisi siswa di era sekarang yang melek teknologi. Memisahkan siswa dengan teknologi adalah petaka yang harus dihindari. Karena siswa justru harus terbiasa dengan pemanfaatan teknologi di tengah era kemajuan zaman yang kian pesat.
Tugas guru adalah mengajari siswa bagaimana menggunakan teknologi untuk kemajuan dalam dirinya. Perlu juga untuk diingat bahwa siswa yang rata-rata memiliki literasi teknologi baik cenderung lebih cepat bosan ketika proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode konvensional. Maka dari itu, guru perlu untuk melakukan penyesuaian diri. Guru tidak harus terjebak pada nuansa masa lalu saat masih bersekolah karena setiap zaman mempunyai kondisi dan tantangannya masing-masing.
Peran Pengontrol dan Motivator
Peradaban teknologi seperti saat ini telah memungkinkan siswa untuk mencari segala hal melalui ponsel pintar (smartphone) di tangan mereka. Pada poin tersebutlah penulis kembali menegaskan bahwa tidak elok apabila guru mencoba memisahkan siswa dengan teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. Siswa harus dibiasakan untuk mencari ragam informasi yang ada di internet seperti e-journal dan lain-lain.
Meskipun demikian, bukan berarti siswa dilepas begitu saja untuk mencari pengetahuan di internet. Di dunia internet, memang menyimpan banyak wawasan yang dibutuhkan oleh siswa bahkan oleh guru itu sendiri. Namun, bukan berarti semua informasi yang beredar bebas tersebut bersifat benar. Di sinilah guru dalam peradaban teknologi mengambil peran penting, yakni sebagai "controller" atau pengontrol.
Guru perlu mengajarkan bagaimana memilah dan memilih informasi yang memang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Pada titik ini, kita melihat bahwa peradaban teknologi juga tetap memerlukan peran penting guru untuk mengajar dan menyeleksi informasi.
Sementara itu pada konteks teknologi sebagai media pembelajaran, guru bisa menggunakan berbagai alternatif. Apalagi, di era peradaban teknologi seperti sekarang sudah banyak aplikasi yang mendukung guru untuk mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran. Namun, perlu dipahami bahwa media pembelajaran sekalipun perlu dipilah dengan cermat dan lagi-lagi guru yang mempunyai peranan penting ini. Hal itu dikarenakan tidak semua media pembelajaran bisa efektif digunakan saat pembelajaran di suatu kelas.
Maka, langkah pertama adalah guru perlu untuk mengidentifikasi kondisi, emosi, serta kebutuhan kelas, hal yang tentu saja tidak bisa dilakukan oleh alat atau mesin. Setelah memahami kondisi dan kebutuhan kelas, baru kemudian guru berinovasi menentukan media pembelajaran berbasis teknologi yang tepat untuk digunakan saat di kelas.
Dapat disimpulkan bahwa guru semestinya berkolaborasi dengan peradaban teknologi. Teknologi sebagai media pembelajaran memang dapat membantu siswa untuk menemukan berbagai hal. Namun, jangan dipahami bahwa berarti guru harus menyerahkan sepenuhnya kepada teknologi, tentu saja bukan. Guru tetaplah sosok yang punya peran vital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220907_Norati-Guru-SMPN-4-Tanjungpandan.jpg)