Rabu, 27 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Bukan Lagi Mimpi, Carlos Alcaraz Duduki Kursi Petenis Nomor Satu Dunia

Carlos Alcaraz tak lagi hanya bermimpi bisa menjadi petenis nomor satu dunia. Predikat bergengsi itu didapat setelah dia menang di US Open.

Tayang:
Penulis: M Ismunadi CC | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com
Bangka Pos Hari Ini, Selasa, 13 September 2022. 

BANGKAPOS.COM, NEW YORK - Carlos Alcaraz tak lagi hanya bermimpi bisa menjadi petenis nomor satu dunia.

Predikat bergengsi itu didapat setelah dia mengalahkan wakil Norwegia Casper Ruud dengan skor 6-4, 2-6, 7-6 (1), dan 6-3 dalam final US Open 2022 di Flushing Meadows, New York, Senin (12/9/2022) pagi. dini hari waktu Indonesia.

Usai memastikan kemenangan dalam laga sengit empat set selama 3 jam 20 menit, Alcaraz terlihat begitu emosional.

Ia menjatuhkan diri ke lapangan, tidur telentang lalu menutup wajahnya.

Bagi Alcaraz yang saat ini masih berusia 19 tahun, US Open 2022 menjadi gelar Grand Slam pertamanya.

Dengan gelar US Open 2022, petenis kelahiran Murcia itu pun mengunci posisi peringkat satu ranking ATP.

Tak hanya itu, Alcaraz juga mengukir sebuah catatan bersejarah.

Pada usia 19 tahun 129 hari, Carlos Alcaraz menjadi petenis termuda yang mampu mencapai peringkat satu dunia sejak rangking tunggal diperkenalkan pada 1973.

Alcaraz memecahkan rekor Lleyton Hewitt yang menjadi petenis putra nomor satu dunia pada usia 20 tahun 266 hari.

"Ini adalah yang saya sudah impikan sejak anak-anak. Menjadi nomor satu dunia," kata Alcaraz usai pertandingan, dikutip dari laman resmi US Open.

Baca juga: Akhir Indah Swiatek, Petenis Nomor Satu Dunia Rebut Gelar Juara US Open 2022

Jalan Alcaraz untuk meraih gelar juara US Open 2022 memang begitu terjal.

Dari putaran keempat hingga semifinal, ia selalu bermain lima set pada setiap laga.

Total, Alcaraz menghabiskan 20 jam 19 menit di lapangan untuk menyelesaikan US Open 2022 sebagai juara.

"Menjadi juara Grand Slam adalah sesuatu yang saya kerjakan secara keras, sangat keras. Sangat sulit berbicara saat ini. Begitu  banyak emosi," ujar Alcaraz.

Setelah menyalami sang lawan, Alcaraz kemudian mendatangi dan memeluk sang pelatih yang merupakan legenda tenis Spanyol,  Juan Carlos Ferrero.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved