Bangka Pos Hari Ini

Terimbas Kenaikan Harga BBM, Pelaku Usaha Cemas Ongkos Kirim Naik

Informasi kenaikan tarif pengiriman sedikitnya membuat pelaku usaha cemas lantaran bakal mempengaruhi penjualan.

Penulis: M Ismunadi CC | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com
Bangka Pos Hari Ini, Senin, 19 September 2022. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perusahaan jasa ekspedisi bakal menaikkan tarif pengiriman logistik seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penyesuaian ini dilakukan demi menyiasati lonjakan biaya produksi akibat naiknya komponen biaya bahan bakar.

Informasi kenaikan tarif pengiriman ini sedikitnya membuat pelaku usaha cemas lantaran bakal mempengaruhi penjualan.

Seperti diakui Tini, pelaku usaha fashion yang kerap mengirimkan pesanan ke luar Pulau Bangka khawatir jika kenaikan pengiriman akan signifikan.

“Kalau naiknya signifikan takut bakal mempengaruhi penjualan, cuma kalau naiknya sedikit tidak masalah lah,” kata Tini kepada  Bangka Pos Group, Kamis (15/9/2022).

Kata Tini, sekali pengiriman ke luar Pulau Bangka bisa hingga 25 kilogram paket.

“Jadi kalau naiknya signifikan belum kebayang berapa harganya, tapi khawatir nanti bakal mempengaruhi penjualan, orang-orang  nanti mikir lagi untuk beli karena ongkirnya mahal,” sebutnya.

Senada dengan Listika, pedagang minuman di Pangkalpinang mengaku harap-harap cemas jika akan ada kenaikan tarif untuk  pengiriman logistik.

Kata Listika, sekali pengiriman barang kebutuhannya dari Lampung bisa hingga puluhan bahkan ratusan kilogram.

“Sekali kirim barang sampai ratusan ribu untuk ongkir saja, karena bahan kebutuhan pokok kita itu dari Lampung, seperti gelas, cup seller dan banyak lagi. Jadi kalau naiknya signifikan lumayan terasa,” sebutnya.

Bahkan, ia sudah memprediksi memang bakal ada kenaikan harga pengiriman barang seiring dengan kenaikan BBM.

“Waktu BBM naik sudah mulai khawatir sebetulnya, bagaimana kalau naiknya banyak. Terpaksa kita juga menaikkan harga jual  di sini, sedikit susah kalau harus menaikkan harga itu, pasti semua penjual resah,” tuturnya.

Dia berharap, kenaikan pengiriman barang per kilogram nanti tidak terlalu banyak sehingga masih bisa berjualan dan mendapatkan untung.

“Semoga naiknya tidak banyak, jadi masih untung karena mau tidak mau kita harus tetap jualan walaupun naik tetap kirim barang,” ujarnya.

Sementara itu perusahaan jasa ekspedisi di Pangkalpinang terpaksa harus melakukan penyesuaian tarif pengiriman logistik seiring dengan kenaikan harga BBM.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved