Mengenal Hernia, Penyakit yang Dialami Bayi Lesti Kejora dan Rizky Billar Hingga Harus Dioperasi
Anak pertama mereka, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar yang masih berusia 8 bulan harus menjalani operasi hernia, apa itu?
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Teddy Malaka
Hernia inguinalis merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
Hernia femoralis, terjadi ketika jaringan lemak atau sebagian usus mencuat ke paha atas bagian dalam. Risiko wanita menderita jenis hernia ini lebih tinggi, terutama wanita hamil atau memiliki berat badan berlebih (obesitas).
Hernia umbikalis, terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak mendorong dan mencuat di dinding perut, tepatnya di pusar. Hernia umbikalis biasanya dialami oleh bayi dan anak di
Hernia hiatus, terjadi ketika sebagian lambung mencuat ke dalam rongga dada melalui diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut). Jenis hernia ini umumnya terjadi pada lansia (>50 tahun). Jika seorang anak mengalami hernia hiatus, kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan bawaan.
Hernia insisional, terjadi ketika usus atau jaringan mencuat melalui bekas luka operasi di bagian perut atau panggul. Hernia insisional dapat terjadi bila luka operasi di perut tidak menutup dengan sempurna.
Hernia epigastrik, terjadi ketika jaringan lemak mencuat melalui dinding perut bagian atas, tepatnya dari uluhati hingga pusar.
Hernia spigelian, terjadi ketika sebagian usus mendorong jaringan ikat (spigelian fascia) yang terletak di sisi luar otot rektus abdominus, yaitu otot yang membentang dari tulang rusuk hingga tulang panggul dengan karakteristik tonjolan yang dikenal dengan ‘six pack’. Hernia spigelian paling sering timbul di daerah sabuk spigelian, yaitu daerah pusar ke bawah.
Hernia diafragma, terjadi ketika sebagian organ lambung mencuat masuk ke rongga dada melalui celah diafragma. Hernia jenis ini juga dapat dialami oleh bayi ketika pembentukan diafragma kurang sempurna.
Hernia otot, terjadi ketika sebagian otot mencuat melalui dinding perut. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera saat berolahraga.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter, antara lain yaitu dengan terapi obat, operasi, laparoskopi, dan lain sebagainya.
Meskipun demikian, ada jenis hernia yang tidak membutuhkan tindakan operasi, yaitu hernia umbilikus yang biasanya dapat sembuh sendiri dan hernia hiatus yang terkadang dapat ditangani dengan obat-obatan.
Secara umum, faktor risiko hernia pada bayi antara lain:
Lahir prematur
Berasal dari keluarga yang menderita hernia saat masih bayi
Mengalami fibrosis kistik
Muncul jaringan tidak normal di pinggul
Punya kelainan testis
Memiliki masalah dengan organ kemih dan reproduksi
(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220920-Rizky-Billar-Lesti-Kejora-dan-anak-pertama-mereka.jpg)