Tribunners
Geopark sebagai Media Pembelajaran
Geopark yang ada di Pulau Belitung ini dapat kita jadikan media pembelajaran. Selain itu, geopark juga dapat menumbuhkan karakter peserta didik
Oleh: Nurul Fahmi, S.Pd. - Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Kelapa Kampit
APA itu geopark? Secara bahasa merupakan gabungan dari dua kata, geo yang berarti Bumi, dan park yang berarti taman, secara harfiah berarti taman Bumi. Secara terminologi, geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya.
Sejarah geopark bermula dari Eropa, tujuannya adalah untuk melindungi warisan geologi yang berada di negara-negara Eropa oleh organisasi non-pemerintah bernama EGN (Europe Geopark Network) pada tahun 2001. Selanjutnya, keberadaan geopark oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) dikembangkan dan difasilitasi dengan membentuk organisasi GGN (Global Geopark Network) pada tahun 2004 agar mampu menampung anggota lebih banyak lagi dari negara-negara yang ada di dunia. Adapun tujuannya untuk mengambil manfaat, menggali, menghargai, dan mengembangkan warisan geologi tersebut, juga untuk pendidikan dan ilmu kebumian secara luas.
Nah, apa kaitannya dengan media pembelajaran atau pendidikan? Di sini kita akan mengupas apa itu media pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar. Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyd (2013:4) secara eksplisit mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar.
Dari kedua pengertian tersebut, media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Media pembelajaran memberikan manfaat dalam pembelajaran di kelas atau di luar kelas, di antaranya meningkatkan perhatian siswa, motivasi siswa, meningkatkan efektivitas pembelajaran dan penyesuaian dengan tingkat perkembangan siswa. Banyak sekali macam-macam media pembelajaran yang bisa kita manfaatkan. Apalagi di zaman sekarang ini peran teknologi sudah masuk di berbagai aspek, termasuk dunia pendidikan. Macam-macam media pembelajaran, antara lain:
* Media audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran. Dilihat dari sifat pesan yang diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan atau kata-kata) maupun nonverbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi). Contoh media seperti radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
* Media visual
Macam-macam media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Jenis media pembelajaran visual menampilkan materinya dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam bentuk-bentuk visual. Selain itu fungsi media visual juga untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan fakta yang mungkin dapat mudah untuk dicerna dan diingat jika disajikan dalam bentuk visual. Media visual terdiri atas dua macam yaitu media visual diam dan media visual gerak.
* Media audio visual
Media ini merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya, media audio visual dibedakan menjadi dua, yaitu media audio visual diam yang berupa TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara. Media audio visual gerak yang berupa film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dan lain-lain.
* Media serbaneka
Media ini merupakan media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contohnya, antara lain:
1. Papan (board) yang termasuk dalam media ini di antaranya papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
2. Media tiga dimensi di antaranya model, mock up, dan diorama.
3. Realitas adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contoh, guru membawa kelinci, burung, atau langsung mengajak ke kebun sekolah.
4. Sumber belajar pada masyarakat di antaranya dengan karya wisata dan berkemah.
* Gambar fotografi
Gambar fotografi diperoleh dari beberapa sumber, misalnya dari surat kabar, lukisan, kartun, ilustrasi. Foto yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut dapat digunakan oleh guru secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan tertentu. Terdapat lima macam gambar fotografi yang harus diperhatikan, antara lain:
1. Gambar fotografi itu harus cukup memadai.
2. Gambar-gambar harus memenuhi persyaratan artistik yang bermutu.
3. Gambar fotografi untuk tujuan pengajaran harus cukup besar dan jelas.
4. Validitas gambar, yaitu apakah gambar itu benar atau valid.
* Peta dan globe
Peta dan globe ini berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Seperti keadaan permukaan (Bumi, daratan, gunung, sungai-sungai) dan tempat-tempat serta arah dan jarak. Kelebihan lain dari peta dan globe, dalam kegiatan belajar mengajar adalah:
1. Memungkinkan siswa mengerti posisi dari kesatuan politik, daerah kepulauan dan lain-lain.
2. Merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis.
3. Memungkinkan siswa memperoleh gambaran tentang imigrasi dan distribusi penduduk, tumbuh-tumbuhan, kehidupan hewan, serta bentuk Bumi yang sebenarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220921_Geosite-Open-Pit-Nam-Salu.jpg)