Breaking News:

Tribunners

Pencak Silat, Warisan Budaya yang Harus Dibudayakan

Pencak silat sarat akan nilai-nilai luhur. Di dalamnya terkandung aspek pendidikan dan memiliki tujuan tertentu.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Zulfani, S.Pd. - Guru Penjaskes UPTD SD 20 Belinyu/Pengurus IPSI Kabupaten Bangka 

Oleh: Zulfani, S.Pd. - Guru Penjaskes UPTD SD 20 Belinyu/Pengurus IPSI Kabupaten Bangka

INDONESIA adalah negeri yang terkenal kaya akan budaya. Letak yang strategis, kondisi geografis, dan latar belakang sejarah menjadi salah satu faktor keragaman budaya itu lahir. Keanekaragaman budaya ini menjadi salah satu kekuatan sekaligus karakteristik sebagai bangsa Indonesia. Salah satu bentuk budaya yang patut kita syukuri dan bisa kita lihat adalah lahirnya bela diri kebanggan bangsa Indonesia yaitu pencak silat.

Pencak silat merupakan sebuah seni bela diri asli Nusantara. Seni bela diri tradisional ini memiliki pamor yang begitu luas, baik secara nasional hingga internasional. Pencak silat diketahui menjadi salah satu bela diri yang cukup populer di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, dan Thailand sesuai dengan penyebaran suku bangsa Nusantara di masa lalu. Bahkan, perkembangan pencak silat telah masuk ke dalam daftar representatif Warisan Budaya Takbenda untuk kemanusiaan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sejak tahun 2019.

UNESCO menilai pencak silat memiliki seluruh elemen, terdiri atas tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, kerajinan tradisional, pengetahuan dan praktik sosial, serta kearifan lokal. UNESCO mengakui kehebatan pencak silat Indonesia dan telah mengakui jika pencak silat menjadi identitas sekaligus pemersatu bangsa. Budaya ini mengandung nilai-nilai persahabatan, sikap saling menghormati, dan juga sportivitas.

Selain itu, pencak silat juga mampu memberikan peranan penting bangsa Indonesia untuk meningkatkan eksistensinya di mata dunia. Sebut saja, pencak silat sebagai penyumbang medali terbanyak pada ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Pada pergelaran tersebut, pencak silat berhasil menyumbangkan 15 medali dengan rincian 14 medali emas dan satu medali perunggu. Begitu juga dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2022 di Malaysia, Indonesia berhasil meraih 11 emas, 9 perak, dan 8 perunggu.

Dalam konteks ketahanan nasional, seni bela diri ini dapat dipergunakan sebagai filter budaya dari luar yang masuk ke Indonesia. Pencak silat sebagai seni bela diri lokal menjadi salah satu alat pemersatu bangsa, mengharumkan nama bangsa Indonesia, dan menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Nilai dalam pencak silat

Pencak silat sarat akan nilai-nilai luhur. Di dalamnya terkandung aspek pendidikan dan memiliki tujuan tertentu. Tujuan tersebut, antara lain, untuk kesehatan, rekreasi, dan prestasi. Selain tiga tujuan tersebut, pencak silat juga memiliki empat aspek utama yang tidak kalah penting.

Pertama, aspek mental spiritual. Dengan pencak silat dapat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter seseorang. Pencak silat mampu dan sangat membantu pembentukan kader bangsa yang berjiwa patriotik, berkepribadian luhur, disiplin, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, aspek seni budaya. Dalam pencak silat, menempatkan budaya dan seni pencak silat salah satu aspek yang sangat penting. Istilah pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, diiringi dengan musik dan busana tradisional. Bela diri pencak silat bertujuan untuk mengembangkan aspek seni yaitu indah dalam gerak yang serasi dan menarik dilandasi rasa cinta kepada budaya bangsa.

Ketiga, aspek bela diri, bertujuan untuk mengembangkan dan terampil dalam gerak efektif untuk menjaga keselamatan atau kesiagaan fisik dan mental yang dilandasi sikap kesatria, tanggap, dan mengendalikan diri.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved