Breaking News:

Berita Bangka Barat

Perajin Asal Bangka Barat Buat Baju dan Topi dari Kulit Kayu, Begini Proses Pembuatannya

Kata Atok Senai pakaian dari kulit pohon merupakan pakaian dari nenek moyang terdahulu sebelum ada pemerintahan

Bangkapos.com/Yuranda
Topi dan baju buatan Atok Senai (65) Dusun Peraceh, Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dari akar pohon jeluteh. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Atok Senai, perajin asal Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuat baju dan topi dari kulit kayu.

Pakaian dari kulit pohon ini merupakan pakaian dari nenek moyang terdahulu.

Kata Atok Senai sebelum ada pemerintahan, para orang tua terdahulu telah menggunakan pakaian ini.

Atok Senai yang tinggal di Dusun Peraceh, Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat telah membuat kerajian unik ini sejak 1995.

Pria 65 tahun ini telah membuat baju dan topi dari kulit kayu selama 27 tahun.

Baca juga: Kisah Dian, TKW Indonesia yang Tinggal Satu Rumah dengan Tiga Majikan Pria di Taiwan

Baca juga: Inilah Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab, Pantes Jarang Tersorot Sebab Karakternya Begini

Baca juga: Saat Pertalite Naik, Eh Motor Boros, Sekali Dicek Ternyata Ini Penyebabnya

Pohon yang tumbuh secara liar di hutan rimba di wilayahnya sangat memberikan manfaat bagi Atok Senai.

Untuk membuat satu helai baju, Atok Senai menghabiskan sekitar lima batang akar pohon Jeluteh.

Pakaian ini memang khas dan unik, bukan saja karena bahannya yang terbuat dari kulit kayu pohon tetapi proses pembuatannya.

Pria paruh baya itu memegang kayu dan palu, kedua tangannya memukul akar pohon Jeluteh untuk diambil kulitnya.

Atok Senai (65) Dusun Peraceh, Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedang memukul akar pohon jeluteh, dikediamannya, Minggu (25/9/2022)
Atok Senai (65) Dusun Peraceh, Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedang memukul akar pohon jeluteh, dikediamannya, Minggu (25/9/2022) (Bangkapos.com/Yuranda)

Dalam proses pembuatannya, kulit pohon Jeluteh terlebih dahulu dibersihkan.

Selanjutnya kulit pohon direndam dalam air yang dicampur dengan detergen.

Kemudian kulit pohon Jeluteh itu dijemur di bawah terik matahari selama tiga hari.

Selanjutnya bahan kulit kayu tadi dipukul menggunakan palu selama satu jam.

Hal itu dilakukan agar mudah memisahkan kulit dari batang kayu dan mudah dibentuk.

Baca juga: Maria Vania Mual Makan Nasi Setelah Lama Tak Menyantapnya: Udah Kebiasaan Kali

Baca juga: Jarang Tersorot Ahmad Assegaf Suami Tasya Farasya, Beda Sikap dengan Iparnya Syech Zaki

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved