Berita Pangkalpinang
Wujudkan Masyarakat Hidup Sehat, Dinkes Babel Ajak Lintas Sektor Implementasikan Germas
Pelaksanaan Germas oleh sektor-sektor belum optimal dan cenderung dianggap sebagai kegiatan sektoral bukan sebagai suatu gerakan masif.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyelenggarakan pertemuan implementasi kebijakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) bersama lintas sektor di Santika Hotel Bangka, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (26/9/2022) siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Babel, Andri Nurtito, Kepala Bappeda Babel Fery Insani, Kepala Dinas Pendidikan Babel Ervawi, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), dan instansi lainnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Babel, Hastuti mengungkapkan, kegiatan ini berdasarkan intruksi Presiden RI No 1 tahun 2017 tentang Germas.
"Kita diamanahkan bahwa pemerintah mesti melibatkan swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan sektor lainnya agar ikut berperan dalam pembangunan kesehatan melalui tindakan preventif," ungkapnya kepada Bangkapos.com Senin (26/9/2022) siang.
Sebab dikatakannya sesuai data riskedas angka sehat tergolong rendah, meliputi prevalensi obesitas di atas 18 tahun cenderung meningkat dalam kurun waktu 5 tahun yakni tahun 2013 sebanyak 11,4 persen. Sementara itu tahun 2015 melonjak naik mencapai 21,8 persen.
Tak hanya itu, berdasarkan data perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Babel tahun 2021, menerangkan bahwa capaian PHBS dalam rumah tangga dan angka sehat masih rendah yaitu 56 persen, kemudian indikator angka merokok dalam rumah tangga juga terbilang tinggi yakni 55 persen.
Di sisi lain lanjut dia sejauh ini, pelaksanaan Germas oleh sektor-sektor belum optimal dan cenderung dianggap sebagai kegiatan sektoral bukan sebagai suatu gerakan masif yang harus didukung dan dilaksanakan secara bersama-sama.
"Pertemuan hari kita diadakan agar sama-sama memiliki persepsi dan perencanaan yang sama untuk pelaksanaan Germas," tandasnya.
Oleh karena itu, Hastuti juga berharap setelah pertemuan ini, adanya keterpaduan dan kesamaan persepsi dalam kebijakan implementasi Germas bersama lintas sektor sehingga tersusunnya rencana pelaksanaan Germas bersama setiap lini untuk mendukung masyarakat hidup sehat.
Sementara itu Kepala Dinkes Babel, Andri Nurtito menuturkan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk pemberdayaan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif berupa kegiatan komunikasi , informasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Berdasarkan arahan langsung dari Presiden RI maka pemerintah melibatkan lintas sektor termasuk swasta, akademisi, lintas sektor dan lainnya bersinergi saling berkontribusi dalam pembangunan kesehatan," ujarnya.
Dengan demikian lanjut dia akan terwujudnya masyarakat sehat, cerdas, produktif dan berakhlak mulia, melalui kualitas peningkatan SDM dan peningkatan akses serta pelayanan fasilitas kesehatan dan kualitas umum pelayanan yang lain.
"Mari kita wujudkan Germas melalui kampanye germas untuk menggerakkan seluruh elemen dengan penyelenggaraan kemitraan pemberdayaan masyarakat dan penyebarluasan informasi serta edukasi," jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pentingnya masyarakat menjaga pola hidup agar permasalahan kesehatan yang kerap muncul bisa diminimalisirkan.
"Track ini akan terus berlanjut jika kita tidak mengubah prilaku kehidupan masyarakat dan tentu akan menganggu produktifitas serta secara ekonomi akan merugikan. Sebab permasalahan kesehatan tidak hanya mengganggu satu sektor saja melainkan semuanya juga akan terdampak. Untuk itu melakukan hal ini perlunya upaya preventif yang efektif," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220926-Pertemuan-implementasi-kebijakan-Germas-sehat.jpg)