Pengakuan Teddy Minahasa Ditipu dan Habis Rp 20 M, Terpaksa Jual Pusaka ke Sultan Brunai Darussalam

Teddy Minahasa Ngaku Habiskan Uang Pribadi Rp 20 M demi Tangkap Bandar Narkoba, Berapa Kekayaannya?

Editor: Teddy Malaka
Kompas.TV
Teddy Minahasa dan Linda serta para tersangka lainnya: Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus narkoba melibatkan Irjen Teddy Minahasa. 

BANGKAPOS.COM - Tak hanya membantah sebagai pemakai dan pengedar narkoba, Irjen Teddy Minahasa mengaku ditipu seorang bernama Anita alias Linda sehingga ia kehilangan Rp20 Miliar. 

Uang sebesar Rp20 miliar itu didpatkan setelah menjual puasaka kepada Sultan Brunai Darussalam.

Seperti apa pengakuan dan bantahan Irjen Teddy Minahasa terkait kasus yang membelitnya.

Irjen Teddy Minahasa menjadi tersangka kasus narkoba dan diamankan oleh Propam Polri terkait kasus dugaan peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Tak lama setelah penangkapannya, Teddy Minahasa akhir buka suara soal kasus yang menjeratnya.

Baca juga: Cerita Lengkap Duda Bakar Pacarnya di Bangka Selatan, Setelah Lakukan Hal Ini Lalu Terjadilah

Baca juga: Lagi Buka Lowongan, Rans Entertainmen Gaji Karyawannya Sampai Dua Digit, Minat Kerja Bareng Artis?

Jenderal bintang dua ini memberikan bantahan tertulis terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus peredaran barang haram tersebut.

Dalam surat yang bertajuk "Saya Bukan Pengguna atau Pengedar Narkoba", Teddy Minahasa menuliskan soal dirinya yang rugi hingga Rp 20 miliar untuk membiayai operasi penangkapan di Laut China Selatan.

“Ada orang yang pernah menipu saya soal informasi penyelundupan narkoba sebesar 2 ton melalui jalur laut bernama Anita alias Linda, yang membuat saya rugi hampir Rp 20 miliar untuk biaya operasi penangkapan di Laut China Selatan dan sepanjang Selat Malaka dari kantong pribadi,” ucap Teddy dalam keterangannya, Selasa (18/10/2022).

Lebih lanjut, kata dia, Linda juga sempat meminta Teddy melanjutkan kerja sama. Namun tak dijelaskan lebih lanjut soal kerja sama itu. Ia hanya menegaskan tidak menerima kerja sama itu.

“Menghubungi saya untuk minta melanjutkan kerja sama dengan saya yaitu menjual pusaka kepada Sultan Brunai Darussalam serta minta biaya operasional untuk berangkat ke Brunai Darussalam,” ucap dia.

Kemudian, Teddy pun menawarkan Linda untuk berkenalan dengan eks Kapolres Kota Bukittinggi AKBP D karena masih memiliki barang sitaan narkoba.

Akan tetapi, Teddy berdalih, niat awalnya memperkenalkan mereka karena untuk melakukan penangkapan terhadap Linda.

“Sesungguhnya, niatan saya adalah untuk melakukan penangkapan terhadap Linda,” ucapnya.

Ia berharap dengan ditangkapnya Linda akan membalaskan kekecewaan karena sempat dibohongi terkait operasi penangkapan di Laut China Selatan dan Selat Malaka.

Selain itu, ia berharap dengan adanya penangkapan Linda, maka AKBP D bisa mendapatkan reward dari pimpinan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved