Inilah Adab Berhubungan Suami Istri dalam Islam, Jangan Terburu Buru hingga Gaya Ini Diharamkan
Inilah Adab Berhubungan Suami Istri dalam Islam, Jangan Terburu Buru hingga Gaya Ini Diharamkan
BANGKAPOS.COM - Inilah Adab Berhubungan Suami Istri dalam Islam, Jangan Terburu Buru hingga Gaya Ini Diharamkan
Dalam agama hubungan antar suami istri juga punya adab yang diatur demi kebaikan.
Berikut ini tujuh gaya berhubungan suami istri menurut Islam dan doa berhubungan suami istri dan larangan dalam berhubungan badan .
Dalam Islam, berhubungan badan hanya pemenuhan kebutuhan rohaniyah, lantas gaya berhubungan suami istri menurut Islam apa saja?
Baca juga: Putri Candrawathi Disebut Sengaja Menggoda Brigadir J Namun Gagal, Lalu Menelpon Ferdy Sambo
Baca juga: Bripka RR Lihat Brigadir J Menangis Keluar dari Kamar Putri, Ternyata Istri Sambo Katakan Ini
Lebih dari itu, Islam menilai, berhubungan badan bagian dari ibadah, jadi bagaimana gaya berhubungan suami istri menurut Islam .
Nah, dalam perspektif ibadah , gaya berhubungan suami istri menurut Islam tentunya mengikut panduan-panduan yang dianjurkan dalam agama.
Di antara panduan - panduan gaya berhubungan suami istri menurut Islam adalah sebagai berikut :
1. Berhubungan Intim Memakai Penutup
Seperti dijelaskan oleh Syaikh penadzam, bahwa sebagian adab senggama yaitu suami hendaknya menyuruh istrinya untuk melepas semua pakaiannya ada baiknya kalau suami yg melepaskan pakaian istrinya.
kemudian suami dan istrinya bersenggama dalam satu selimut , akan tetapi , bukan berarti senggama yg di lakukan itu tanpa penutup sama sekali.
Karena ada hadist menyatakan.
“ Apabila kalian melakukan senggama dengan istrinya , maka jangan telanjang seperti telanjangnya unta “
Baca juga: Putri Candrawathi Disebut Sengaja Menggoda Brigadir J Namun Gagal, Lalu Menelpon Ferdy Sambo
Baca juga: Bripka RR Lihat Brigadir J Menangis Keluar dari Kamar Putri, Ternyata Istri Sambo Katakan Ini
2. Mempercantik dan membersihkan Diri
cara berhubungan intim dalam islam juga dianjurkan untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.
Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid radhiyallaahu ‘anha ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam.