Teganya Rudolf Tobing, Ternyata sempat Minta Uang ke AYR untuk Sewa Pembunuh Bayaran
Rudolf sempat menyampaikan kepada korban, kamu ada di bagian saya atau bagian H? mungkin korban mengatakan 'saya di bagian kamu' dan di situlah ...
Dirinya pun tidak spontan membunuh korban, namun dikatakan ada unsur pembunuhan berencana.
Fakta-fakta baru terkait pembunuhan AYR oleh Rudolf Tobing dikatakan oleh AKBP Indra Wienny Panji Yoga selaku Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro jaya.
Pihaknya mengatakan antara pelaku dan korban merupakan rekan dekat.
Hal ini lantaran Rudolf Tobing dan AYR sempat 1 project bersama.
"Latar belakang pelaku, informasi yang kami dapatkan dari hasil pemeriksaan adalah pernah menjadi pendeta muda di salah satu gereja di wilayah Bogor," katanya, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (21/10/2022).
AKBP Indrawienny Panji Yoga menyebutkan antara pelaku dan korban tidak ada jalinan hubungan asmara.
Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Pangkalpinang Masih Terjadi Meski Harga BBM Naik, Catat Plat jadi Penyebab?
Baca juga: Bacaan Doa Agar Rezeki Berlimpah dan Penuh Keberkahan, Lengkap dengan Artinya
Baca juga: Doa Mustajab agar Anak Tidak Nakal dan Melembutkan Hati Si Anak
Baca juga: Doa Mohon Ampunan dalam Segala Hal dan Doa-doa Dahsyat Agar Terhindar dari Perbuatan Maksiat
Baca juga: Cukup Lakukan 3 Cara Mudah ini untuk Menghentikan WhatsApp yang Disadap, Gampang Banget!
Baca juga: Laptop yang Digunakan Hapus CCTV Pembunuhan Brigadir J Terungkap, Ternyata Dipatahkan Pakai Tangan
Pihaknya juga meluruskan soal keterangan awal pelaku yang beredar sebelumnya di mana sempat terjadi ketegangan.
Namun rupanya tidak ada bersitegang sama sekali.
"Setelah dilakukan pendalaman pelaku ini memang sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban, motif karena sakit hati, pelaku merasa dikhianati oleh korban," ungkapnya.
Menurut keterangan Rudolf Tobing, dirinya sakit hati lantaran korban pernah di momen bersama dengan orang yang dianggap Rudolf sebagai musuhnya, yakni berinisial H.
"Pelaku melihat foto korban bersama orang yang tidak disukai oleh pelaku di acara kawan pelaku. Pelaku merasa sakit hati terhadap korban, harusnya kata pelaku rekannya ini berpihak kepadanya," lanjutnya.
AKBP Indrawienny Panji Yoga menyebut soal kepemilikan apartemen yang menjadi TKP pembunuhan.
Apartemen itu bukan milik pelaku ataupun korban.
Apartemen di wilayah Jakarta Timur tersebut disewa pelaku untuk mengeksekusi rekan wanitanya tersebut.
"Apartemen ini disewa oleh pelaku 1 hari untuk mengeksekusi korban," terangnya.
Sementara soal mimik muka pelaku yang tersenyum dan terekam di CCTV rupanya ada makna tersendiri.
AKBP Indrawienny Panji Yoga mengatakan menurut keterangan pelaku tersenyum karena senang karena target sudah tewas terbunuh.
"Target sudah dicapai, korban sudah meninggal dunia," imbuhnya.
(*/)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com