Berita Kuliner
Lomba Masak Lempah Kuning, Susi: Gerakkan Perekonomian Daerah
Lomba memasak lempah kuning tingkat kecamatan besutan Dinas Pariwisata Pangkalpinang, resmi digelar. Lomba tersebut digelar selama satu hari di halama
Penulis: Cepi Marlianto |
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Lomba memasak lempah kuning tingkat kecamatan besutan Dinas Pariwisata Pangkalpinang, resmi digelar. Lomba tersebut digelar selama satu hari di halaman kantor dinas pariwisata setempat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Susi Erawati mengungkapkan, digelarnya lomba memasak ini untuk mencari kuliner lempah kuning serta kudapannya khas Pangkalpinang. Yang diharapkan mampu membedakan lempah kuning dari daerah lainnya.
“Lomba ini digelar memang untuk mencari lempah kuning khas Kota Pangkalpinang, dengan varian ada beberapa, mulai dari kedondong, nanas,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (27/10/2022).
Susi mengatakan, diadakan kegiatan ini sekaligus untuk menggerakkan perekonomian daerah yang sempat terpuruk pandemi Covid-19. Tujuannya, untuk menjadi daya kejut pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) daerah dan nasional.
Dimana pemerintah pusat menggalakkan sektor pariwisata, khususnya untuk wisatawan domestik. Hal ini bertujuan untuk menggerakkan pemulihan ekonomi nasional. Terutama untuk mendorong ekonomi kreatif di Pangkalpinang.
“Dimana lempah kuning dengan kudapannya ini akan menjadi ciri khas untuk menarik wisatawan datang. Mulai dari penyajian dan makanan pendampingnya termasuk dessert (Hidangan penutup-Red) juga harus ada,” jelas Susi.
Dalam perlombaan ini sambung dia, ada tiga kategori yang akan dinilai. Mulai dari rasa yang memiliki bobot sebesar 50 poin. Kemudian higienitas atau kebersihan dengan 25 poin, serta penyajian hidangan dengan 25 poin.
Terpenting dalam lomba ini yakni bahan-bahan yang digunakan, metode memasak dan pemenuhan gizi dari pengolahan ikan. Pasalnya, semua itu akan menjadi pembeda dari semua lempah kuning yang ada.
“Masakan ini semua wajib non Mononatrium Glutamat (MSG-Red) atau penyedap rasa. Satu tim itu sebanyak lima orang peserta,” sebutnya.
Selain itu kata Susi, pihaknya juga menyiapkan tempat untuk komunitas dan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) yang terdiri dari sektor kuliner dan produk lokal. Dinas Pariwisata membantu pelaku UMKM untuk bisa menjual produknya.
Tak hanya menguatkan kultur, sektor ini juga melahirkan semangat membuka kantong-kantong perekonomian baru. Terlebih dengan keterbukaan objek pariwisata akan melahirkan kesempatan.
“Karena UMKM yang kami bina adalah mereka yang memiliki produk bukan reseller. Jadi mereka yang mengambil produk orang lain untuk dijual kembali itu tidak bisa kita bina. Jadi yang dijual benar-benar produk mereka,” pungkas Susi. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Berikut Pemenang Lomba Memasak Lempah Kuning Tingkat Kecamatan :
- Juara pertama, Kecamatan Pangkalbalam dengan poin 232,5.
- Juara kedua, Kecamatan Bukit Intan dengan poin 225.
- Juara ketiga, Kecamatan Taman Sari dengan poin 224.
- Juara favorit, Kecamatan Rangkui dengan poin 224.
- Juara harapan satu, Kecamatan Gerunggang dengan poin 223.
- Juara harapan dua, Kecamatan Girimaya dengan poin 222.
- Juara harapan tiga, Kecamatan Gabek dengan poin 221.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221027-lomba-memasak-lempah-kuning-tingkat-kecamatan.jpg)