Kamis, 7 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Belajar Jadi Wartawan Sejak Dini, SMP Setia Budi Plus Sungailiat Kunjungi Bangka Pos

Deren tampak sigap berdiri dan mengacungkan tangan kanannya di Kantor Redaksi Bangka Pos pada Rabu (9/11/2022) siang.

Tayang:
Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Akhmad Rifki Ramadhani
Kegiatan field trip di Bangka Pos yang diikuti oleh 32 siswa beserta guru pendamping SMP Setia Budi Plus Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Deren tampak sigap berdiri dan mengacungkan tangan kanannya di Kantor Redaksi Bangka Pos pada Rabu (9/11/2022) siang.

Mengenakan seragam putih kebiruan, siswa SMP Setia Budi Plus Sungailiat itu langsung bertanya manakala Manajer Liputan Bangka Pos Alza Munzi Hipni membuka sesi pertanyaan.

"Bagaimana jam kerja seorang wartawan?" tanya Derren sembari mengacungkan tangannya.

Pertanyaan yang terlontar dari siswa kelas 7 itu lantas membuat Alza berdecak kagum. Pasalnya Deren telah dua kali bertanya mewakili teman-temannya.

"Keren Deren, aktif bertanya, cocok ini jadi wartawan," puji Alza.

Deren dan teman-temannya itu sedang mengikuti kegiatan field trip di Bangkapos. Kegiatan tersebut diikuti oleh 32 siswa beserta guru pendamping.

Melanjutkan pertanyaa Deren, Alza mengungkapkan jam kerja wartawan itu sifatnya dinamis dan tidak bisa berpatokan dengan waktu karena segala sesuatu itu tidak terduga.

"Jam kerja wartawan itu tidak terbatas, ada satu waktu mereka santai ada satu waktu mereka capek," kata Alza dalam penjelasannya kepada Bangkapos.com Rabu (9/11/2022) siang.

Alza juga memaparkan menjadi seorang wartawan harus bisa menulis, namun demikian tidak semua orang yang dapat menjadi jurnalis.

Seorang jurnalis dikatakannya harus mematuhi standar yang berlaku baik itu undang-undang pers maupun kode etik jurnalistik.

Tidak kalah penting, seorang wartawan harus membuat berita berdasarkan fakta.

"Wartawan tidak boleh menulis berita berdasarkan opininya," tegas Alza.

Kegiatan field trip di Bangkapos yang diikuti oleh 32 siswa beserta guru pendamping SMP Plus Setia Budi Sungailiat.
Kegiatan field trip di Bangkapos yang diikuti oleh 32 siswa beserta guru pendamping SMP Setia Budi Plus Sungailiat. (Bangkapos.com/Akhmad Rifki Ramadhani)

Sementara itu Guru Pembimbing SMP Setia Budi Plus Sungailiat Muhammad Nur Iswahyudi menuturkan kegiatan ini sebagai bekal bagi peserta didik untuk mengenal lebih dekat bagaimana proses koran dapat terbit hingga ke tangan pembaca.

"Selama ini mereka hanya tahu baca korannya saja, jadi kita harap para peserta didik dapat belajar banyak tentang media masa," kata Muhammad.

Di samping itu, kata Muhammad pihaknya pun juga ingin meningkatkan minat literasi terhadap peserta didik se dini mungkin.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved