Berita Pangkalpinang
Penuhi Konsumsi Daging Sapi di Babel, Akademisi Sarankan Pemda Berikan Ini kepada Peternak
Dengan masih tingginya kebutuhan akan daging sapi dan rendahnya pasokan dari lokal Bangka Belitung, tentunya peternakan
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen STIE Pertiba, Suhardi ikut menyoroti konsumsi daging sapi masyarakat Bangka Belitung.
Dia menilai potensi peternakan sapi di Bangka Belitung masih cukup besar,
Pasalnya dengan asumsi berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, bahwa konsumsi daging sapi di Indonesia sebanyak 0,038 kilogram (kg) per kapita per bulan pada Maret 2021,
Serta jumlah jumlah penduduk Bangka Belitung kurang lebih 1,5 juta jiwa, setidaknya konsumsi daging sapi per bulan di Bangka Belitung sekitar 57.000 kilogram.
"Sedangkan dari data statistik peternakan tahun 2022, jumlah sapi potong di Bangka Belitung sekitar 20.000-an ekor, angka ini menjadikan Bangka Belitung sebagai daerah terendah dengan jumlah populasi sapi terendah kedua setelah DKI Jakarta," ujar Suhardi, Rabu (9/11/2022).
Dia membeberkan populasi sapi potong di Indonesia juga masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara barat dan Nusa Tenggara Timur.
"Kita masih kalah dengan kalimantan utara dan kepulauan Riau, dan daerah lainnya. Jika DKI Jakarta sangat rendah karena mereka tidak memiliki lahan yang cukup untuk mengembangkan potensi peternakan sapi," katanya.
Dia tak menampik dari data ini tentunya memberikan gambaran, bahwa pasokan peternak sapi lokal belum bisa mencukupi kebutuhan akan konsumsi daging sapi di Bangka Belitung.
Maka Bangka Belitung masih sangat tergantung dengan pasokan daerah pulau jawa, Nusa Tenggara dan Lampung.
"Dengan masih tingginya kebutuhan akan daging sapi dan rendahnya pasokan dari lokal Bangka Belitung, tentunya peternakan sapi memiliki potensi yang cukup baik dikembangkan.
Hendaknya hal ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah, dengan melakukan ekstensifikasi dan menggalakkan peternakan sapi potong di Bangka Belitung," sarannya.
Dia menyebutkan angka permintaan daging sapi ini tentunya akan meningkat ketika lebaran idul fitri dan Idul Adha, dan hari raya keagamaan lainnya.
"Di satu sisi, dengan menjaga pasokan daging sapi yang stabil tentu akan dapat menjaga inflasi karena dapat meminimalisir lonjakan harga akibat naiknya permintaan," katanya.
Suhardi menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR), bagi peternak sapi daerah tentu merupakan langkah positif, dengan tujuan menggalakkan peternak sapi lokal untuk mengusahakan peternakan sapi potong yang lebih baik.
"Karena permodalan usaha sapi potong tidaklah sedikit dan juga peternakan sapi sangat rentan terhadap penyakit atau faktor risiko kegagalan lainnya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220528-pasar.jpg)