Muncul di Google Doodle Hari Ini, Inilah Sejarah dan Asal Muasal Alat Musik Angklung
Muncul di Google Doodle hari ini, inilah sejarah dan asal muasal alat musik angklung.
Penulis: Widodo | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM -- Alat musik Angklung telah menjadi alat tradisional khas di Indonesia.
Sejak November 2010, Angklung resmi ditetapkan sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO.
Angklung banyak ditemui di daerah Jawa Barat, terkhusus Sunda.
Jaap Kunst dalam bukunya Music in Java menjelaskan bahwa, selain di Jawa Barat, Angklung juga bisa ditemui di daerah Sumatra Selatan dan Kalimantan.
Baca juga: Anak Keluarga di Kalideres Sempat Berniat Pinjam Uang Rp 50 Juta pada Tukang Jamu
Baca juga: Kenapa Malaysia dan Singapura Tak Masuk G20? Berikut Ini Penjelasannya
Baca juga: LENGKAP, Biodata Icha Ceeby Pemeran Video Kebaya Merah Viral, Nama Asli, IG, hingga Umur Terungkap
Baca juga: Daftar Film Bioskop Terbaru Bulan November 2022, Genre Superhero hingga Horor
Masyarakat lain juga mengenal alat musik Angklung ini, misalnya Lampung, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Penamaan Angklung sendiri berasal dari bahasa Sunda "Angkleung-angkleungan".
Kata "Angkleung-angkleungan" ini berarti gerakan pemain Angklung.
Karena suara yang dihasilkan berbunyi "klung" maka alat musik ini diberi nama "Angklung".
Sementara secara etimologis, Angklung berasal dari kata "angka" dan "lung".
Kata "angka" berarti sebagai sebuah nada, dan kata "lung" berarti pecah.
Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap.
Suara yang dihasilkan, membuat angklung disebut sebagai alat musik Internasional.
Kesenian Angklung juga mengalami perjalanan yang cukup panjang.
Angklung sempat mengalami perubahan bentuk, fungsi, sampai pada perubahan nada.
Tetapi hingga kini Angklung masih terus bertahan dan berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221116_Alat-musik-tradisional-Angklung.jpg)