Berita Belitung
Bantuan Paket Konversi BBM ke BBG Diserahkan ke 69 Orang Nelayan di Belitung
Bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) diserahkan kepada nelayan di Kabupaten Belitung.
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
BANGKAPOS.COM , BELITUNG - Bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) diserahkan kepada nelayan di Kabupaten Belitung. Penyerahan bantuan dilakukan di Balai Pertemuan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Senin (21/11/2022).
Bantuan Program Kemitraan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI ini mendapat sambutan baik dari para nelayan. Mesin berbahan bakar gas ini pun diyakini jauh lebih hemat ketimbang menggunakan mesin BBM.
Menurut nelayan Desa Airsaga, Tanjungpandan, Fery Irianto dalam sekali melaut ia membutuhkan 3 pertalite untuk perjalanan sejauh enam kilometer pulang pergi. Jika pertalite dijual Rp12 ribu per liter, artinya dalam sekali melaut ia memerlukan biaya Rp36 ribu.
"Yang saya pakai mesin robin varian 2, dari 9,5-12 PK. Kalau pakai ini elpiji katanya 36 jam, kalau nelayan kami 1,5 jam sudah sampai lokasi. Menurut perhitungan saya jauh lebih irit, jauh sekali, sebab saya sudah mengalami," katanya, Senin (21/11/2022).
Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Bangka Belitung, Bambang Patijaya menyampaikan bantuan program konversi BBM ke gas yang diberikan ini merupakan bantuan sekaligus edukasi. Makanya program ini dapat sangat membantu masyarakat terutama nelayan.
"Tadi juga sudah ada testimoni dari nelayan, kalau dari hitung-hitungan ini hemat. Ini kan bagaimana ketika mesin diberikan, masyarakat terbantu dalam kemudahan mencari ikan dan biayanya lebih murah," ujarnya, Senin (21/11/2022).
Bantuan paket konversi BBM ke BBG bagi nelayan di Pulau Belitung ini ada 69 paket. Sebelumnya, bantuan paket tersebut juga diberikan bagi 169 nelayan di Pulau Bangka.
"Datanya pengusulan dari Dinas perikanan yang diverifikasi. Sementara yang dibantu baru bisa sejumlah itu. Mudah-mudahan dimasa mendatang bisa bertambah," ujarnya.
Sebelumnya, penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri oleh Plh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Susanto dan Ditjen Migas Kementerian ESDM yang diwakili Sub Koordinator Penyiapan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur, Urlyagustina Rachmawati.
BPJ berharap bantuan paket konversi energi berbahan bakar gas ini juga menjadi atensi pihak terkait dalam menjaga pasokan gas elpiji.
Sementara itu sebanyak 69 nelayan dari empat kecamatan di Belitung menerima bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk kapal tangkap ikan. Sub Koordinator Penyiapan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ditjen Migas Kementerian ESDM, Urlyagustina Rachmawati berharap para nelayan sasaran penerima bantuan tidak memperjualbelikan paket yang diberikan.
"Paket perdana ini diberikan secara gratis dari pemerintah kepada nelayan. Kami harapkan dapat dimanfaatkan dan merawat dengan baik. Kami mohon tidak diperjualbelikan," katanya di hadapan para nelayan yang hadir di Balai Pertemuan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Senin (21/11/2022).
Menurutnya, program kerjasama dengan Komisi VII DPR RI ini dapat berdampak pada perekonomian nelayan karena dapat mengurangi biaya operasional. Dengan demikian nelayan sasaran penerima bantuan dapat lebih hemat.
Program konversi dari BBM ke BBG telah dilaksanakan oleh Kementerian ESDM sejak 2016 dan masih terus berlanjut meski sempat berhenti saat pandemi pada 2021 lalu. Hingga kini, total paket yang sudah dibagikan untuk nelayan sasaran di Indonesia sebanyak 85.859 paket.
Pada Tahun 2022 ini, Kabupaten Belitung mendapat 69 paket perdana dari total 30 ribu paket perdana yang akan didistribusikan di 51 kabupaten/kota.
Penerima bantuan ini pun disesuaikan dengan kriteria tertentu mulai dari ukuran mesin kapal, pemilik kapal masih menggunakan mesin berbahan bakar bensin, dan kapal memiliki daya mesin kurang dari 13 horse power. Selain itu nelayan juga pengguna alat tangkap ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, serta memiliki identitas yang tervalidasi di Kementerian KKP.
Sebelumnya Plh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Susanto mengatakan pada awal 2022 lalu, pihaknya mengusulkan 250 calon penerima bantuan paket tersebut. Dari hasil validasi, yang mendapat bantuan yakni 69 nelayan, dengan menyesuaikan kapal dan wilayah penangkapan nelayan.
"Kami berterima kasih atas dukungan bantuan kepada masyarakat, karena sekitar 9 ribu penduduk bermatapencaharian sebagai nelayan. Apalagi BBM sempat terkendala, sehingga konversi energi ini harapannya bisa menjadi alternatif," katanya.
Meski belum semua nelayan mendapat bantuan ini, termasuk nelayan di Kecamatan Selat Nasik, ia berharap paket konversi energi tersebut bisa terlihat manfaat dan dampaknya. Dengan demikian masyarakat dapat berinisiatif untuk mengkonversi energi ini. (Bangkapos.com/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-nelayan-melaut_20171216_103017.jpg)