Tribunners
Memaknai Peringatan Hari Guru Nasional
Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
Oleh: Suci Yanti, S.Pd. - Pendidik di SMKN 5 Pangkalpinang
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menetapkan tema dan logo hari Guru Nasional tahun 2022 yang diperingati pada 25 November 2022. Seperti yang kita ketahui, untuk mengenang, menghargai, dan mengapresiasi jasa para guru di Indonesia diperingatilah hari Guru Nasional (HGN). Sejarah hari Guru tidak lepas dari perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam mengupayakan pendidikan untuk masyarakat sejak zaman kolonial Belanda. Untuk mengenang jasa tersebut, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI pada 25 November sebagai hari Guru Nasional.
Peringatan hari Guru Nasional bertujuan untuk memperingati peran serta jasa para guru di Indonesia (DetikNews, Senin 21 November 2022). Adapun tema yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun ini adalah "Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar".
Mengutip kata-kata bijak dari seorang penulis yang sudah mempopulerkan novel yang sangat akrab dengan dunia pendidikan.
Guru yang baik
Adalah guru yang dapat memacu kecerdasan muridnya
Guru yang lebih baik
Adalah guru yang dapat menemukan kecerdasan muridnya
Guru yang terbaik
Adalah guru yang tak kenal lelah mencari cara agar muridnya mengerti
(Andrea Hirata)
Guru adalah sosok yang dapat membentuk jiwa dan watak peserta didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
Guru bertugas mempersiapkan manusia berkarakter yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.
Tugas guru secara umum adalah mendidik, dalam operasionalisasinya mendidik adalah rangkaian proses mengajar, memberikan dorongan, memuji, menghukum, membentuk contoh dan membisakan. Di samping tugas umum yang harus dimiliki seorang guru pun memiliki tugas khusus yaitu:
1. Sebagai pengajar
Sebagai pengajar (instruksional), guru bertugas merencanakan program pengajaran, melaksanakan program yang telah disusun dan melaksanakan penilaian setelah program itu dilaksanakan.
2. Sebagai pendidik
Sebagai pendidik (edukator) guru bertugas mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian sempurna.
3. Sebagai pemimpin
Sebagai pemimpin, guru bertugas memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik, dan masyarakat yang terkait, menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program yang dilakukan.
Peran Guru dan Konsep Merdeka Belajar
Perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar dan hasil belajar peserta didik sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal.
Salah satu program andalan Kemendikbudristek adalah program Merdeka Belajar. Konsep merdeka belajar yang dicetuskan oleh Nadiem Makarim, tujuannya baik agar peserta didik bahagia dalam menempuh pendidikan. Para siswa diberi kebebasan untuk mengakses ilmu. Sumber ilmu bukan sebatas pada ruang kelas, guru, tetapi bisa di luar kelas, di media online atau internet, perpustakaan, dan juga di lingkungan sekitar. Guru tidak lagi menjadi sumber utama.
Dalam konteks ini, maka dibutuhkan kejelian guru untuk menerjemahkan konsep merdeka belajar. Guru harus kreatif agar siswa bisa dibimbing dan diarahkan sesuai konsep merdeka belajar. Konsep merdeka belajar tidak lagi dibatasi oleh kurikulum, tetapi siswa dan guru harus kreatif untuk menggapai pengetahuan. Siswa benar-benar dilatih untuk mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221122_Suci-Yanti-Pendidik-di-SMKN-5-Pangkalpinang.jpg)