Berita Pangkalpinang
Olahan Rempah Jadi Minuman Kian Cuan, Akui Dilirik Semua Kalangan hingga Luar Daerah
Di Pangkalpinang, beberapa pengusaha melirik minuman olahan rempah ini menjadi pundi-pundi keuangan. Mulai dari olahan jahe merah, serai
Penulis: Sela Agustika | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Olahan minuman rempa kini kian digandungi. Rasa rempah yang begitu khas dan kaya akan manfaat bagi kesehatan membuat olahan rempah ataupun produk minuman rempah ini kian diminati.
Di Pangkalpinang, beberapa pengusaha melirik minuman olahan rempah ini menjadi pundi-pundi keuangan. Mulai dari olahan jahe merah, serai, kunyit, bunga telang dan lainnya.
Produk olahan jahe brand Lovaaz Healty Food and Drink di Pangkalpinang yang sudah hadir sejak tahun 2020 ini menjadi bisnis minuman yang cuan dan menjadi buruan semua kalangam, termasuk generasi milenial atau anak muda.
Owner Lovaaz, Aulya Renielda menuturkan bisnis olahan rempah seperti jahe merah, bandrek, kunyit asam yang diolahnya kian diminati konsumen.
Bahkan ia menyebut, dirinya pernah mengahbiskan 30 kilogram kunyit dan jahe merah dalam satu minggu untuk dipasarkan ke konsumen.
"Alhamdulillah untuk permintaan saat ini memang ada peningkatan apalgu kemaren waktu pandemi bener-bener banyak yang cari baik anak muda, orangtua. Untuk penjualan sendiri sejauh ini ready stock pembeli customer sekitar rumah, ada juga pesanan khusus dan ada juga yg sistem konsinyasi titip di warung reseller," kata Aulya kepada Bangkapos.com, Rabu (23/11/2022).
Dia mengungkapkan, produk olahan rempah miliknya juga telah dilengkapi serifikasi halal dansertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)
Aulya menyebut, pemasara produk olahan rempah miliknya bukan hanya di Wilayah Bangka Belitung saja, namun juga di luar Pulau Bangka seperti Jakarta, Magetan, dan lainnya.
"Dulu pernah juga ke Taiwan tapi kendal customer, jadi belum ada order lagi, tapi untuk di wilayah Babel masih normal, dan untuk promosi saya hanya melalui facebook dam whatsaap," ucapnya.
Harga minuman rempah olahan Lovaaz ini dijual dengan harga mulai dari Rp6000 sampai dengan Rp15 ribu untuk siap minum. Dan serbuk instan dimulai Rp15rb sesuai dengan berat kemasan.
"Untuk produksi olahan rempah sendiri sehauh ini saya masih kombinasi manual dan blender untuk mesinnya. Dan untuk produksi tergantung pesanan bisa seminggu sekali atau hari-hari terntentu tergantung ketersediaan stok," ujar Aulya.
Diakuinya, ketersedian bahan baku pembuatan produk olahan rempah, khususnya di Bangka Belitung seperti jahe merah, kunyit banyak ditemukan dipasaran, hanya saja beberapa rempah seperti aneka kayu dan jahe putih yang harus dikirim dari luar daerah.
"Kalau omzet sejauh ini berada dikisaran Rp 3 juta sampai Rp5 juta perbulan. Kadang stabil Rp 5 juta,"
Tinginya peminat olehan produk rempah ini juga diakui oleh owner Jahe Merah Omar, Silpia. Bahkan untut omzet sendiri dalam satu bulan bisa mencapai Rp3 juta hinggu Rp6 juta.
"Permintaan pas corona kemaren tinggi baim itu Gubernur order, RS Timah juga order perkilo untuk menu pasien, Alhamdulillah bisa capai Rp 6 jutaan keats, tetapi skrg masih stabil," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/23112022lova.jpg)