Tribunners
APBN 2023 Optimis dan Waspada Menghadapi Perekonomian Global
Sinergi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia akan menghindarkan dunia dari memburuknya iklim global
Oleh: Yovita Kristianawati - Kepala Seksi PPA IIC Bidang PPA II Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung
GEJOLAK ekonomi global menandai langkah akhir perjalanan bangsa Indonesia di tahun 2022. Di awal tahun 2022 diketahui bahwa kasus Omicron yang merupakan varian dari Covid-19 masih tinggi dijumpai kasusnya di Indonesia, walaupun kemudian dalam perkembangannya makin melandai dan berkurang kasus yang dijumpai. Menjelang pertengahan tahun 2022, dunia diwarnai dengan memanasnya situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang berdampak pada memburuknya perekonomian global.
Perekonomian global yang memburuk di bawah tekanan inflasi yang tinggi berpengaruh ke seluruh sendi perekonomian dan seluruh negara terkena dampaknya, termasuk Indonesia. Krisis energi dan krisis pangan melanda dunia. Seperti diketahui Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memegang peranan penting perekonomian dunia.
Rusia selain merupakan produsen minyak bumi, gas alam, batu bara serta berbagai hasil tambang, juga kaya akan logam dan mineral yang menjadikan Rusia sebagai negara yang mempunyai peran strategis di pasar komoditas energi dunia. Industri strategis dunia termasuk industri pesawat terbang membutuhkan titanium yang dihasilkan oleh Rusia. Demikian juga Rusia merupakan pemasok batu bara dunia.
Di sisi lain, Ukraina merupakan negara dengan hasil bumi yang berlimpah terutama gandum, jagung, dan biji-bijian. Ukraina mendapat julukan sebagai lumbung gandum dan menjadi pemasok utama gandum di Eropa. Hal ini disebabkan karena tanahnya subur yang merupakan pembentuk dari sepertiga dari tanah subur di Eropa.
Komoditas penting lainya yang dimiliki Ukraina adalah baja yang mendukung berbagai sektor industri. Industri berat dan berkembang di antaranya adalah industri penerbangan. Selain itu, Ukraina mempunyai kedudukan strategis di Eropa karena merupakan negara dengan sektor industri ringan yang berkembang dan merupakan pemasok tenaga kerja. Hal ini karena upah di Ukraina relatif lebih rendah dan lokasinya dekat dengan pasar Uni Eropa.
Selain kondisi geopolitik yang menyebabkan gangguan perekonomian global, dunia juga dihadapkan dengan perubahan iklim yang sangat ekstrem. Dunia saat ini dihadapkan pada kenyataan adanya perubahan iklim yang menyebabkan pemanasan global. Kondisi ini memerlukan perhatian dan keseriusan seluruh negara dan perlu penanganan secara menyeluruh.
Sinergi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia akan menghindarkan dunia dari memburuknya iklim global, percepatan proses pencairan es di kutub utara dan Selatan, serta meningkatkan suhu muka Bumi hingga 2 derajat lebih tinggi dari pada saat ini. Kondisi perubahan iklim ekstrem ini mendesak untuk ditangani dan menjadi concern dunia. Seluruh negara dan organisasi dunia tak terkecuali Indonesia harus bahu-membahu dan bekerja sama untuk mengatasinya.
Situasi global tersebut memaksa APBN untuk bekerja secara responsif, fleksibel, dan agile. Responsif di mana APBN bekerja memberikan respons sesuai dengan kondisi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi dunia yang tinggi. Dalam situasi ini, APBN bertindak sebagai shock absorber yang dapat meredam dampak ketidakpastian ekonomi global tersebut sehingga tidak terlalu mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Fleksibel, mengindikasikan bahwa APBN bekerja dengan memperhatikan tantangan dan ancaman yang mengadang, serta mempersiapkan perubahan yang diperlukan untuk menyesuaikan atau memperkecil dampak buruknya bagi perekonomian nasional. Agile, di mana APBN akan memanfaatkan seluruh sumber daya untuk berkinerja secara maksimal dan berusaha menangkap semua dinamika yang ada.
APBN tahun 2023 memiliki tema "Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan". Penyusunan APBN berdasarkan prediksi ekonomi tahun 2023 atau asumsi makro yang ada di tahun 2023. Berdasar asumsi makro tersebut pemerintah menetapkan APBN sebagai berikut, untuk pendapatan negara diestimasikan sebesar Rp2.463 triliun. Penetapan estimasi penerimaan tersebut didorong oleh kondisi perekonomian yang kuat, sistem perpajakan semakin baik, basis penerimaan negara yang solid dan kepatuhan pajak meningkat. Hal ini membuat APBN 2023 optimis untuk dapat berkinerja dengan baik.
Di sisi belanja, APBN 2023 akan dimanfaatkan untuk belanja negara sebesar Rp3.061,2 triliun, yang akan dipergunakan untuk belanja peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, pelaksanaan reformasi birokrasi, revitalisasi industri dan ekonomi hijau untuk mengantisipasi dampak climate exchange. Di tahun 2023, defisit APBN sebesar Rp598,2 triliun atau 2,84 persen terhadap PDB. Defisit APBN di bawah 3 persen ini sesuai dengan defisit yang ditoleransi oleh Undang-Undang Keuangan Negara.
Defisit APBN tahun 2023 tersebut digunakan pemerintah untuk melakukan konsolidasi fiskal, mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas SDM dalam rangka meningkatkan SDM yang unggul dan berdaya saing. Anggaran pendidikan dialokasikan Rp612,2 triliun. Sebagai reformasi perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan ekstrem, anggaran perlindungan sosial dialokasikan Rp479,1 triliun.
Untuk mendukung transformasi kesehatan, anggaran kesehatan dialokasikan Rp179,75 triliun. Untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung transformasi ekonomi, anggaran infrastruktur dialokasikan Rp392 triliun. Untuk mendorong peningkatan ketersediaan akses dan kualitas pangan, anggaran ketahanan pangan dialokasikan Rp95 triliun.
Anggaran transformasi informasi dan komunikasi untuk memperkuat transformasi digitalisasi, anggaran transformasi informasi dan digitalisasi dialokasikan Rp28,4 triliun. Sementara itu, dana transfer ke daerah (TKDD) dialokasikan Rp814,7 triliun untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. Anggaran ini ditujukan untuk mendukung sektor-sektor prioritas daerah, meningkatkan sinergi kebijakan fiskal dan harmonisasi belanja pusat daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221203_Yovita-Kristianawati-Pejabat-Kanwil-DJPb-Babel.jpg)