Breaking News:

Alasan Ferdy Sambo Bikin Skenario Tembak Menembak dengan Brigadir J Terungkap

Di Perkap Nomor 1/2009 tentang penggunaan senjata api itu Yang Mulia, yang bisa menyelamatkan anggota dalam kontak tembak itu adalah dalam rangka...

(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Terdakwa Ferdy Sambo 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Terungkap alasan Ferdy Sambo membuat skenario rembak menembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal itu diketahui dalam sidang lanjutan sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).

Dalam sidang, Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa menanyakan kepada Ferdy Sambo terkait alasannya membuat skenario tembak menembak dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Ferdy Sambo yang merupakan terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J bersaksi untuk terdakwa Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

“Apa alasan saudara sampai harus membuat skenario seperti ini? Di dalam benak saudara sampai harus membuat skenario tembak menembak, apa alasannya?” tanya Majelis Hakim di persidangan.

Baca juga: Molen: Pangkalpinang Bisa Hilang dari Muka Bumi ini

Baca juga: Sinopsis Serial Jepang First Love yang Trending di Netflix, Kisah Cinta Pertama yang Bertemu Lagi

Baca juga: Harga Hp Samsung A13 Desember 2022 Super Murah, Empat Kamera, Baterai Jumbo, Ram Lega, Chipset Gahar

Eks Kadiv Propam Polri ini pun menjawab dengan dalih pengalaman selama berdinas.

Dia pun menyinggung soal Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Terdakwa kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir Yoshua sekaligus Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo saat ditemui di sela persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).
Terdakwa kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir Yoshua sekaligus Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo saat ditemui di sela persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022). (Rizki Sandi Saputra)

“Di Perkap Nomor 1/2009 tentang penggunaan senjata api itu Yang Mulia, yang bisa menyelamatkan anggota dalam kontak tembak itu adalah dalam rangka melindungi diri sendiri dan orang lain, Yang Mulia,” tuturnya.

Diragukan Majelis Hakim

Dalam persidangan itu, Majelis Hakim meragukan keterangan Ferdy Sambo (FS).

"Dari tadi saya perhatikan cerita saudara (FS) dengan bukti-bukti yang ada enggak masuk diakal," kata Majelis Hakim di persidangan siang tadi.

Dikatakan Majelis Hakim bahwa keterangan Ferdy Sambo bahwa istrinya Putri Candrawathi (PC) sedang tidak enak badan tidak nampak terlihat dalam CCTV.

"Pertama tadi disampaikan, istri saudara mengatakan sakit, nyatanya pada saat turun dan melakukan swab di dalam CCTV yang ada di rumah saudara itu tidak menunjukkan dia sakit," sambung Hakim.

"Dan kalaupun toh sakit, dia cukup untuk punya uang pergi ke RS. itu yang pertama," jelasnya.

Baca juga: Oknum Polisi di Toraja ini Nekat Sebut Polisi Sarang Mafia, Propam Polda Sulsel Sampai Turun Tangan

Baca juga: Kisah TKW Enggak Bisa Pulang Karena Ongkos Mahal, Pilih Bertahan di Rumah Majikan

Baca juga: Drama Adu Penalti, Timnas Maroko Kalahkan Spanyol dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2022

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved