Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Eazy Passport Hadir di Ponpes Darul Istiqomah, Imigrasi Pangkalpinang Layani Santri Buat Paspor

Program Eazy Passport diluncurkan guna memberikan kemudahan kepada pelajar ataupun masyarakat umum untuk membuat paspor.

Penulis: Adi Saputra | Editor: Novita
ISTIMEWA
Kantor Imigrasi kelas I TPI Pangkalpinang memberikan layanan Eazy Passport kepada para santri Pondok Pesantren Darul Istiqomah Desa Air Gegas, Bangka Selatan, Jumat (9/12/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pondok Pesantren Darul Istiqomah Desa Air Gegas Bangka Selatan memanfaatkan program Eazy Passport Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang untuk pembuatan paspor bagi para santri.

Eazy Passport adalah layanan jemput bola yang dilakukan Kantor Imigrasi kelas I TPI Pangkalpinang, dengan langsung turun ke sekolah-sekolah hingga masyarakat umum yang ingin membuat paspor secara kolektif.

Satu diantaranya di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, yang diberikan kesempatan untuk bagi santri yang ingin membuat paspor secara kolektif.

Kepala Kantor Imigrasi kelas I TPI Pangkalpinang Wahyu Wibisono melalui Kasubsi Pelayanan Dokumen Perjalanan keimigrasian Retaria Alfani, mengemukakan, pihaknya memberikan layanan Eazy Passport kepada Darul Istiqomah untuk membuat paspor.

"Jadi ada 20 orang santri Ponpes Darul Istiqomah yang mengajukan dokumen permohonan paspor melalui program Eazy Passport, terutama layanan ini memang kita luncurkan di masa pandemi Covid-19 kemarin," kata Retaria Alfani, Jumat (9/12/2022).

Program Eazy Passport diluncurkan guna memberikan kemudahan kepada pelajar ataupun masyarakat umum untuk membuat paspor.

Maka mereka tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke Kantor Imigrasi dalam membuat dokumen perjalanan paspor, yang memakan waktu tempuh kurang lebih dua jam dari Bangka Selatan menuju Kota Pangkalpinang.

"Alhamdulillah, sejauh ini kami sudah 10 kali menggelar kegiatan bola layanan Eazy Passport, di beberapa titik yang merupakan wilayah kerja kami. Terutama untuk sekolah, masyarakat hingga instansi, yang mau menikmati layanan pembuatan paspor secara kolektif," jelasnya.

"Kita juga tentukan jadwal-jadwal dan kita akan langsung datang gunakan mobil unit paspor ke lokasi pemohon, dengan syarat pemohon baru siapkan KTP, KK, akte kelahiran atau ijazah. Atau pergantian cukup bawa KTP dan paspor asli, akan tetapi tidak berlaku paspor hilang ataupun rusak," tambah Retaria.

Proses pembuatan paspor biasa selesai selama tiga hari pascapembayaran sebesar Rp350 ribu. Sedangkan pembuatan untuk paspor elektronik dikenakan biaya Rp650 ribu sesuai aturan PNBP.

"Selain kita berikan layanan kepada sekolah-sekolah dan masyarakat umum, kita juga buka layanan untuk instansi yang ingin mengajukan permohonan pembuatan dokumen perjalanan paspor. Minimal 50 pemohon sesuai apa yang tertera di surat edaran, tetapi kita bisa sesuaikan larena di sini tak seperti di kota besar," terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Zakaria, menyambut baik pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang bagi para santri.

"Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, yang sudah jauh-jauh datang ke sini untuk memberikan pelayanan kepada kami," ucap Zakaria.

"Terutama kami anak-anak yang membuat paspor ini, rencananya akan melakukan study tour ke Singapura dan Malaysia yang memang kegiatan wajib pondok. Kita sudah ajukan ini sekitar dua pekan lalu, ternyata langsung terealisasi," ucapnya.

Dia mengapresiasi pelayanan luar biasa yang diberikan Kantor Imigrasi kelas I TPI kepada Pondok Pesantren Darul Istiqomah.

"Ada banyak kemudahan dalam layanan ini, jadi para santri kita tidak perlu repot-repot datang ke kantor yang ada di Pangkalpinang. Semoga program ini akan terus laksanakan, sehingga banyak masyarakat yang menerima manfaat dari layanan ini," ucap Zakaria. ( Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved