Jumat, 1 Mei 2026

Arab Saudi

Pahatan Batu di Al Ghada Arab Saudi, Memori Peradaban Kuno di Jazirah Arab

Pahatan Batu di Al Ghada Arab Saudi, Memori Peradaban Kuno di Jazirah Arab. Simak selengkapnya

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Agen Pers Saudi
Penjelajah telah menemukan bahwa seni cadas, yang ditampilkan pada gundukan hitam persegi panjang sekitar satu kilometer yang memanjang dari timur ke barat, berasal dari periode kuno. 

BANGKAPOS.COM - Pahatan Batu di Al Ghada Arab Saudi, Memori Peradaban Kuno di Jazirah Arab

Seni cadas di Ghada, Kegubernuran Unaizah, selalu menarik perhatian warga setempat sebagai tujuan wisata.

Itu terletak di tengah pasir keemasan di dalam Taman Ghada di sisi barat daya kegubernuran, sekitar 21 kilometer jauhnya di Jalan Dhala

Penjelajah telah menemukan bahwa seni cadas, yang ditampilkan pada gundukan hitam persegi panjang sekitar satu kilometer memanjang dari timur ke barat, berasal dari periode kuno.

Ini mencakup unsur hewan dan manusia. Kayu yang membatu juga digunakan untuk ukiran, dan penjelajah telah menemukan bagian dari kolom sepanjang satu meter dengan diameter 42 sentimeter.

Situs seni cadas dilindungi oleh pagar di bawah kendali permanen Otoritas Peninggalan.

Penjelajah telah menemukan bahwa seni cadas, yang ditampilkan pada gundukan hitam persegi panjang sekitar satu kilometer yang memanjang dari timur ke barat, berasal dari periode kuno.
Penjelajah telah menemukan bahwa seni cadas, yang ditampilkan pada gundukan hitam persegi panjang sekitar satu kilometer yang memanjang dari timur ke barat, berasal dari periode kuno. (Agen Pers Saudi)

Pihak berwenang mengatakan bahwa situs di Taman Ghada adalah "memori spasial arkeologi dari peradaban kuno" yang mendokumentasikan sejarah dan pengalaman mereka di Jazirah Arab

Di Arab Saudi Ternyata Miliki Daerah yang Subur, Jadi Tempat Pertanian Sayur dan Buah-Buahan

Dari keindahan rumahnya hingga kekayaan sejarahnya, kegubernuran Al-Majaridah di wilayah Asir, adalah permata unik Arab Saudi.

Penduduk awal desa unggul dalam pertanian dan astronomi.

Dengan menggunakan perhitungan abstrak, mereka mampu membuat kalender pertanian, salah satu yang paling terkenal dan tertua dari jenisnya di Kerajaan.

Rumah-rumah dibangun dengan gaya arsitektur yang berbeda dan terletak di lanskap pegunungan, lembah, gua, dan ladang yang luas, tempat perayaan dan tarian rakyat sering diadakan.

Baca juga: Inilah Tempat Wisata Pantai di Tabuk Arab Saudi, Ada Ratusan Pulau dan Ribuan Burung Migran

Baca juga: Sering Turun Hujan, Inilah Tempat di Arab Saudi yang Memiliki Udara yang Sejuk, Ada Air Terjun

Daerah ini memiliki banyak semak dan tumbuhan yang harum termasuk apsintus, buddleja polystachya, caralluma, lavender, dodonaea, thyme dan basil, serta pohon-pohon seperti juniper, jujube duri Kristus dan almond.

Al-Majaridah dicirikan oleh ketinggian pegunungan dan variasi suhu sepanjang musim.

Desa ini terletak di tengah tanah subur yang disuplai oleh sumur yang menampung cukup air untuk penduduk dan pertanian mereka, beberapa di antaranya menggunakan irigasi dan yang lainnya menggunakan sistem “falaj”, yang mendistribusikan air hujan secara merata di antara pertanian.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved