Bacaan Niat

Sholat Tahajud : Pengertian, Jam, Jumlah Rakaat, Niat, Tata Cara dan Bacaannya

sholat tahajud adalah sholat sunah yang didirikan pada malam hari atau malam menjelang pagi/ sepertiga malam (dini hari) setelah terjaga dari tidur.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Tribun
Sholat Tahajud : Pengertian, Jam, Jumlah Rakaat, Niat, Tata Cara dan Bacaannya 

BANGKAPOS.COM - Dalam Islam, sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang banyak dilakukan seorang muslim.

Sholat ini memiliki banyak keutamaannya.

Karena itu ia sangat dianjurkan.

Keutamaan sholat tahajud di antaranya adalah dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertakwa dan ahli surga, memperoleh pahala salat sunnah yang terbaik, digolongkan sebagai orang saleh, dan dijadikan sebagai manusia yang sebaik-baiknya.

Muslim yang melaksanakan salah tahajud digolongkan sebagai orang yang bertakwa dan ahli surga berdasarkan firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 15–18.

Ayat ini menyebutkan bahwa orang yang sedikit tidur pada waktu malam untuk memohon ampunan dari Allah hingga waktu sebelum fajar akan dimasukkan ke dalam taman-taman surga sebagai balasan atas kebaikannya tersebut.

Untuk memahami sholat tahajud lebih jauh, berikut ini ulasan dimulai dari pengertian, jam waktu pelaksanaa, niat, tata cara dan bacaan dzikirnya:

Pengertian

Sederhananya, sholat tahajud adalah sholat sunah yang didirikan pada malam hari atau malam menjelang pagi/ sepertiga malam (dini hari) setelah terjaga dari tidur.

Jam Waktu Pelaksanaan

Sholat tahajud biasa dilakukan di sepertiga malam dan setelah tidur walau hanya sebentar.

Jam waku pelaksanaan sholat tahajud bisa dibagi menjadi tiga bagian yakni sebagai berikut:

  1. Sepertiga Pertama, yaitu dari pukul 19.00 sampai pukul 22.00, ini saat utama.
  2. Sepertiga Kedua, yaitu dari pukul 22.00 sampai pukul 01.00, ini saat yang paling utama
  3. Sepertiga Ketiga, yaitu pukul 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh, ini adalah saat yang paling utama.

Sementara itu, seperti dikutip dari Tribun Timur, waktu utama untuk shalat malam adalah di akhir malam.

Hal ini sesuai dengan riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.”14

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved