Senin, 13 April 2026

Tribunners

Penanaman Karakter untuk Mengurangi Emisi Gas Karbon

Laporan terbaru kualitas udara dunia (IQAir 2021) emisi gas karbon di Indonesia berada di peringkat ke-17 sedunia

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Komariah, S.Pd. - Guru SMAN 1 Pemali 

Oleh: Komariah, S.Pd. - Guru SMAN 1 Pemali

DEWASA ini perkembangan teknologi makin pesat, khususnya di bidang industri dan transportasi. Perkembangan teknologi ini hampir terjadi di seluruh negara, termasuk Indonesia. Perkembangan ini muncul karena manusia menggunakan akalnya untuk menemukan solusi atas masalah yang dihadapinya untuk menciptakan kenyamanan.

Namun, di balik kenyamanan didapatkan terdapat pula ketidaknyamanan. Tempat segala angan dan harapan umat manusia tinggal kini sedang memanas, sains mencatat Bumi kita sedang mengalami kenaikan suhu yang bisa dibilang parah. Bahkan, enam tahun belakangan tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah manusia. Yang mengerikan tahun demi tahun Bumi memiliki lebih banyak persoalan ketimbang harapan.

Pertanyaannya, apakah kita mampu menghentikan pemanasan global yang makin parah? Sayangnya pemanasan global itu nyaris tidak mungkin dapat dihentikan karena banyak senyawa emisi gas karbon yang terus memenuhi langit Bumi dan membuatnya makin panas. Bayangkan saja jumlah emisi gas karbon yang dihasilkan manusia dari penggunaan bahan bakar fosil mencapai titik tertinggi selama satu tahun terakhir.

Masih adakah cara buat memperlambat pemanasan global. Ilmuwan banyak bersepakat cara terbaik buat memperlambat pemanasan global dengan cara mengurangi emisi gas karbon di udara. Laporan terbaru kualitas udara dunia (IQAir 2021) emisi gas karbon di Indonesia berada di peringkat ke-17 sedunia, dan menjadi yang terburuk di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya. Indonesia menempati peringkat ke-8 negara dengan penghasil emisi karbon pada tahun 2020 berdasarkan data World Resource Institute (WRI).

Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon. Contoh dari emisi karbon ialah CO2, gas pembuangan dari pembakaran bensin, solar, kayu, daun, LPG, dan bahan bakar lainnya yang mengandung hidrokarbon. Emisi karbon merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara yang berdampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Fenomena emisi karbon merupakan proses pelepasan karbon ke lapisan atmosfer Bumi. Penyebab emisi karbon gas karbon karena aktivitas pembakaran senyawa-senyawa yang mengandung unsur karbon. Pembakaran bahan bakar fosil di bidang manufaktur, transportasi, serta emisi yang diperlukan untuk keperluan barang dan jasa yang dikonsumsi manusia.

Selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan alat elektronik ikut menyumbang pelepasan gas karbon. Bahkan pemakaian ponsel pintar juga turut memengaruhi tingkat emisi gas karbon di udara. Pelepasan senyawa-senyawa karbon ke lapisan atmosfer Bumi atau peningkatan konsentrasi emisi karbon tersebut memiliki dampak pada lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Emisi karbon dapat dikurangi dengan meminimalisasi pemakaian bahan bakar fosil dan beralih memakai sumber energi ramah lingkungan dan terbarukan. Untuk mengurangi emisi karbon dapat kita lakukan di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah. Di lingkungan masyarakat, efisiensi terhadap penggunaan energi, seperti mematikan peralatan yang menggunakan listrik jika tidak sedang digunakan yaitu kipas angin, AC, charger ponsel, dispenser, mesin cuci, televisi dan lainnya.

Termasuk dengan mengurangi frekuensi pemakaian kendaraan pribadi. Gunakan transportasi umum untuk jarak jauh, atau menggunakan sepeda atau berjalan kaki untuk jarak tempuh yang kurang dari 2 km.

Kemudian, hal lain yang dapat dilakukan membawa botol minum untuk mengurangi konsumsi air botol kemasan atau membawa kantong belanja saat berbelanja. Memisahkan sampah atau limbah rumah tangga berdasarkan jenis organik atau nonorganik untuk mempermudah pendauran ulang. Menggunakan limbah organik sebagai pupuk kompos.

Efisien dalam penggunaan air bersih atau sesuai dengan kebutuhan. Mengurangi waktu pemakaian ponsel, laptop, atau PC atau hanya digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tak kalah penting menanam pohon untuk membantu menyerap kembali emisi karbon yang dihasilkan.

Adapun di lingkungan satuan pendidikan, hal yang dapat dilakukan guru khususnya penulis selaku guru kimia untuk membantu mengurangi gas emisi karbon agar pemanasan global Bumi dapat berkurang ialah dengan implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan.

Karakter adalah ciri khas individu yang ditunjukkan melalui cara bersikap, bekerja sama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Anak yang memiliki karakter baik akan menjadi orang dewasa yang mampu membuat keputusan dengan baik dan tetap serta siap mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil.

Syukri Hamzah (2013 ; 43) menyatakan bahwa karakter peduli lingkungan bukanlah sepenuhnya talenta maupun insting bawaan, akan tetapi juga merupakan hasil dari suatu proses pendidikan dalam arti luas. Salah asuh atau salah didik terhadap seorang individu bisa dapat menjiwai dia akan menghasilkan karakter yang kurang terpuji terhadap lingkungan. Karena itu karakter yang baik haruslah dibentuk kepada setiap individu sehingga setiap individu dapat menjiwai setiap tindakan dan perilakunya.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved