Human Interest Story
Kisah Para Ibu Soal Kebiasaan Anak-anak Main HP, Setel Mode Terbatas dan Pantau Lewat Email
Kebiasaan bermain gawai atau HP pada anak-anak, sering kali menyita banyak waktu di dalam hidup sehari-hari mereka.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kebiasaan bermain gawai atau HP pada anak-anak, sering kali menyita banyak waktu di dalam hidup sehari-hari mereka.
Banyaknya waktu bermain ponsel itu, tentunya memiliki berbagai dampak bagi tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini.
Windi (38) orang tua yang memiliki tiga orang anak, juga memberikan perhatian khusus soal penggunaan telpo genggam pada anak-anaknya.
"Tiga anak saya, penggunaan HP sangat saya batasi, paling malam saja. Main gim apa saja dan pencarian di YouTibe selalu saya cek buka apa saja," ungkap Windi kepada Bangkapos.com, Rabu (21/12/2022).
Wanita yang bekerja sebagai kepala tata usaha sekolah itu, mengatakan telah memasang perangkat agar riwayat pencarian di aplikasi YouTube bisa diketahui lewat email.
"Pakai mode terbatas, terus riwayat juga bisa saya cek pakai ponsel saya. Jadi tahu mereka sering buka-buka apa," kata Windi.
Sementara itu Nur N Amira (53) orang tua tunggal anak penderita autisme, justru memberi kebebasan untuk bermain gawai.
"Anak saya ini kan autis, jadi misal ada keinginan harus dituruti. Kalau sekarang ini main HP itu yang ia sering lakukan di rumah," kata Nur.
Alasan itulah yang membuat warga Kelurahan Pasirputih, Kota Pangkalpinang ini justru merasa terbantu dengan adanya teknologi ini.
"Selain sering berontak, anak saya juga sering kabur keluar rumah. Tapi misal sudah diberi HP bisa betah di rumah, selepas pulang dari sekolah," ungkapnya.
Meski begitu, dia juga sering mengarahkan agar anak bungsu dengan kebutuhan khusus itu, tidak membuka hal-hal yang melebihi batasan.
"Pelan-pelan juga saya kasih tahu, terus dari belajar di SLB juga dapat arahan dari guru. Jadi juga tetap dijaga," kata Nur. (Bangkapos.com/M Rifqi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221222-nur.jpg)