Berita Pangkalpinang
Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, DPRD Ingatkan Pemerintah Segera Antisipasi
Bahkan hal ini membuat sebagian aktivitas masyarakat lumpuh total, terutama pusat kota. Oleh karena itu, sudah semestinya pemerintah
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
Terutama gelombang pasang, yang mengakibatkan sejumlah infrastruktur di Pantai Pasir Padi rusak.
“Jalan di sekitar Pantai Pasir Padi sudah terganggu, termasuk perkampungan di sekitar Opas Indah.
Di sekelilingnya yang merupakan aliran sungai sudah mulai tampak tinggi dan terlihat banjir kecil di beberapa sudut pemukiman warga,” sebutnya.
Kendati demikian, Rio berharap, aparat kelurahan hingga RT/RW di beberapa daerah yang berpotensi banjir untuk waspada. Dengan terus berkomunikasi dengan aparat Kecamatan, bekerja sama bahwa bahu jangan sampai ada banjir yang kemudian dapat membahayakan masyarakat.
Permasalahan banjir ini terus terpantau dan dapat diantisipasi. Jangan sampai ada korban harta maupun jiwa apalagi jika hujan lebat turun dalam kapasitas yang besar. Jangan sampai terjadi bencana banjir seperti tahun 2016 lalu.
“Yang terbaik adalah kita melakukan persiapan baik banjir itu datang ataupun tidak. Sehingga sudah ada sebuah perencanaan dalam antisipasi,” pungkas Rio.
Sementara itu sebelumnya, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil meminta warganya untuk sementara ini waspada akan cuaca ekstrem. Serta menghindari tempat-tempat yang rawan akan bencana.
Dimana gelombang tinggi disertai hujan deras dan angin kencang terjadi di pesisir Pantai Pasir Padi, Jumat (23/12/2022) pagi. Akibatnya, air meluap hingga ke pemukiman dan menggenangi sejumlah rumah warga di wilayah tersebut.
“Terutama Pasir Padi memang sering terjadi seperti itu pada penghujung tahun,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (23/12/2022).
Molen biasa Maulan Aklil dipanggil mengungkapkan, pihaknya sendiri telah memperkirakan gelombang air laut akan tinggi.
Tak hanya itu, intensitas hujan hingga awal tahun juga diperkirakan yang cukup intens terjadi. Tak ayal hal ini dapat menimbulkan banjir rob di beberapa pesisir daerah di Pangkalpinang.
Fenomena seperti ini menurutnya sering terjadi setiap penghujung tahun. Ini disebabkan oleh faktor alam dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Bahkan ujar Molen, ia telah memperkirakan pasang tinggi akan terjadi pada 22 Desember 2022. Sebagaimana perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Saya sudah memperkirakan bahwa tinggi pasang naik itu tanggal 22 Desember 2022 ini. Cuma agak meleset sedikit, tadinya tanggal 22 ternyata tanggal 23 Desember 2022,” jelas Molen.
Di sisi lain lanjut dia, pihaknya sendiri telah menyiapkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran serta untuk siaga di lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220826-Cuaca-ekstrem-Bangka-Belitung1.jpg)