Minggu, 14 Juni 2026

Polisi Tembak Polisi

Gerak-gerik Bharada E Dibeberkan Ahli Psikologi, Terlihat Cemas dan Tak Berani Kontak Mata

Liza mengungkapkan Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) tak banyak melakukan kontak mata saat pertama kali bertemu dengan ahli psikologi

Tayang:
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Hendra
WARTA KOTA/YULIANTO
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E berbincang dengan penasihat hukumnya saat menghadiri sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (7/11/2022). Bharada E sempat terisak saat menceritakan keinginan Ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

Namun seiring berjalannya waktu dan penyilidakan, diketahui bahwa skenario karangan Ferdy Sambo tersebut rupanya palsu atau tidak benar.

Bharada E juga mengungkapkan bahwa Brigadir J meninggal dunia setelah ditembak atas perintah Ferdy Sambo.

Motif pembunuhan berencana Brigadir J pun masih terus didalami.

"Tetapi seiring dengan kemudian pertemuan-pertemuan berikutnya, apalagi setelah Richard didampingi oleh LPSK, itu dia kondisinya jauh lebih tenang, kemudian lebih bisa kontak mata, lebih santai," terang Liza.

Lebih lanjut, Liza menyatakan bahwa hasil asesmen Bharada E menunjukkan bahwa ajudan Ferdy Sambo itu memiliki tingkat kejujuran yang tinggi.

Liza mengaku bahwa hasil tersebut didapat setelah ia melakukan observasi dan wawancara dengan Bharada E serta orangtuanya.

"Dari hasil wawancara tersebut, dari observasi, semua tanda-tanda menunjukkan bahwa ada tingkat kejujuran yang cukup tinggi dalam arti ceritanya runut," papar Liza.

"Kemudian gesture tubuhnya juga kita bisa membedakan mana gesture yang sedang berbohong atau tidak benar, mana gesture yang mengatakan kejujuran, kemudian setelah itu kita crosscheck dengan pihak orangtua," sambungnya.

Liza mengatakan bahwa keterangan yang diberikan Bharada E dan orangtuanya kurang lebih sama.

"Walaupun di waktu dan tempat yang berbeda tapi dua-duanya kurang lebih mengatakan hal yang sama." sebut Liza.

Diberitakan sebelumnya, Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).

Peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J itu kemudian dinyatakan sebagai kasus pembunuhan berencana yang menjerat 5 orang pelaku antara lain:

- Ferdy Sambo;

- Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo;

- Bharada E ajudan Ferdy Sambo;

- Ricky Rizal Wibowo (Bripka RR) ajudan Ferdy Sambo; dan

- Kuat Maruf, sopir kelurga Ferdy Sambo-Putri Candrawathi.

Kelimanya kini didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved