Berita Bangka Tengah
Ketinggian Gelombang Laut Capai 2,7 Meter, Kepala BPBD Bateng Himbau Nelayan Waspada Saat Melaut
akhir-akhir ini kondisi gelombang air laut memang tergolong cukup tinggi. Bahkan beberapa waktu lalu, ada kejadian banjir rob di sejumlah wilayah
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menjelang penghujung tahun 2022, kondisi cuaca di Provinsi Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Tengah sedang menunjukan kerawanan, terutama untuk aktivitas di laut.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Yudi Sabhara saat diwawancarai Bangkapos.com, Rabu (28/12/2022).
Kata dia, akhir-akhir ini kondisi gelombang air laut memang tergolong cukup tinggi. Bahkan beberapa waktu lalu, ada kejadian banjir rob di sejumlah wilayah yang ada di Bangka Tengah.
"Ada beberapa daerah yang terkena banjir rob seperti di Desa Batu Belubang, Kurau dan Kampung Sinar Laut Koba yang terdampak banjir rob," kata Yudi.
Meski demikian, banjir rob tersebut terbilang tidak cukup parah dan belum sampai memasuki rumah-rumah warga.
"Kebanyakan cuma batas pekarangan rumah saja. Ada beberapa yang masuk rumah, terutama yang rumahnya agak rendah. Tapi itu pun tidak parah dan kami sudah kasih bantuan terhadap apa-apa yang mereka butuhkan," jelasnya.
Walau begitu, Yudi meminta agar masyarakat senantiasa waspada mengingat selama beberapa hari kedepan, ketinggian gelombang air laut diperkirakan bisa mencapai 2,7 meter.
Terlebih lagi menurut dia, dari BMKG sudah mengabarkan dan memberikan peringatan bahwasanya akan ada badai muson (badai angin-red) dari arah timur pulau Pulau Bangka.
"Kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di laut maupun di pesisirnya, tetap harus mempedomani BMKG dan imbauan-imbauan yang dikeluarkan," ungkapnya.
Termasuk kepada nelayan, apabila menemukan kondisi perubahan cuaca tidak lazim saat melaut agar segera menepi ke daratan dan mencari perlindungan.
"Kalau memang kondisinya tidak memungkinkan, untuk sementara ini tidak usah melaut dulu. Tetap waspada, setidaknya sampai 7 hari kedepan," sambungnya.
Begitu pula bagi masyarakat secara umum agar tidak dulu berpergian ke pulau-pulau, bermain air di pantai ataupun pergi memancing di laut.
"Ini kan lagi libur sekolah, biasanya memang banyak yang berlibur dan melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu. Tapi untuk kali ini, kami himbau untuk jangan dulu," tegas Yudi.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/28122022bpbd.jpg)