Tribunners

Pentingnya Refleksi Pembelajaran

Refleksi pembelajaran perlu dilakukan oleh guru agar dapat terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan tugas

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Hema Susilawati, S.Pd. - Guru Geografi SMAN 1 Simpang Teritip 

Oleh: Hema Susilawati, S.Pd. - Guru Geografi SMAN 1 Simpang Teritip

PENDIDIKAN menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 merupakan usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan juga negara.

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang berprestasi. Hal ini sesuai dengan tujuan negara Republik Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pendidikan menjadi sebuah kebutuhan pokok yang tidak mungkin bisa ditunda lagi. Pendidikan nasional bertujuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan manusia Indonesia seutuhnya. Adanya tuntutan dalam dunia pendidikan yang menginginkan agar hasil pendidikan nasional nantinya dapat bersaing dengan negara-negara maju.

Hakikat Pendidikan

Pada hakikatnya pendidikan memiliki tujuan untuk menghasilkan peserta didik yang mampu memiliki kesiapan hidup, berkompetensi, mampu menyelesaikan masalah, memiliki kemampuan berpikir kritis, dan juga memiliki sikap kemandirian hidup. Dunia pendidikan tidak bisa dipisahkan dari istilah pembelajaran, di mana pembelajaran merupakan suatu kumpulan peristiwa yang saling memengaruhi atau mengubah peserta didik sehingga dapat memperoleh kemudahan dalam berinteraksi serta adanya hasil belajar dalam ingatan jangka panjang. Guru harus memiliki komitmen yang teguh dalam melaksanakan praktik yang membuat peserta didik sadar terhadap konsep pembelajaran yang esensial, memahami, dan memprioritaskan peserta didik sebagai subjek dalam pembelajaran dalam menetapkan tujuan dan target pembelajaran.

Esensi Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses dari transfer pengetahuan, tingkah laku, sikap, dan nilai dari guru kepada peserta didik. Dalam menjalani prosesnya, guru harus membimbing dan memfasilitasi peserta didik agar dapat memahami kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki serta mampu mendorong motivasi siswa untuk terus belajar agar tercapai keberhasilan berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Guru yang mengajar dan peserta didik yang belajar merupakan perpaduan yang melahirkan interaksi edukatif sehingga bisa saling memanfaatkan bahan sebagai medianya. Semua komponen pembelajaran diperankan secara maksimal guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan.

Proses pembelajaran akan menjadi lebih bermakna apabila peserta didik mampu menghubungkan dengan pengalaman sehari-hari yang ditemuinya. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, guru tidak hanya menyampaikan informasi demi tujuan pembelajaran saja, melainkan juga mampu menghadirkan pengalaman belajar siswa. Guru harus mampu mengupayakan agar terciptanya kesempatan yang seluas-luasnya bagi terbentuknya pengalaman siswa.

Peran guru bukan hanya sebatas pengajar (transfer of knowledge), melainkan juga bertindak sebagai pembimbing, pelatih, pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran yang mampu memfasilitasi kegiatan belajar agar dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal.

Seorang guru diharapkan mampu merencanakan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai pendekatan, model pembelajaran, metode, dan teknik yang dapat mendukung perannya tersebut agar kegiatan belajar mengajar dapat dijalankan dengan efektif dan efisien. Kegiatan belajar mengajar merupakan proses yang kompleks karena seorang guru tidak cukup hanya berbekal pengalaman saja untuk menjadi profesional, tetapi juga membutuhkan banyak belajar tentang bagaimana harus belajar dan membelajarkan siswa.

Konsep Refleksi Pembelajaran

Refleksi pembelajaran melibatkan peran aktif dua pihak yaitu guru dan juga peserta didik sehingga keduanya akan memperoleh manfaat dari kegiatan refleksi ini. Kegiatan refleksi pembelajaran akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan umpan balik terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung di kelasnya. Melalui kegiatan refleksi pembelajaran ini akan diperoleh informasi positif tentang bagaimana cara guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat mengetahui sejauh mana hasil belajar telah dicapai.

Refleksi diri adalah cara yang senantiasa dapat dilakukan oleh guru dalam meningkatkan peran dan tanggung jawabnya profesionalismenya. Diharapkan setelah melakukan kegiatan refleksi diri ini, inovasi dan revolusi pembelajaran di kelas pada proses pembelajaran dapat mutlak dikerjakan. Pada akhirnya, dengan melakukan refleksi dalam pembelajaran akan membantu guru untuk menjadi lebih sadar akan kualitas peserta didik sehingga memiliki kemampuan yang lebih dalam membimbing peserta didik dalam proses pembelajaran mereka dan mampu memobilisasi kualitas peserta didik baik di sekolah maupun di kehidupan masyarakatnya.

Manfaat Refleksi Pembelajaran
Bagi guru:
* Dapat menggambarkan kondisi kelas dan menemukan permasalahan yang ditemui dalam kelas.
* Dapat memaksimalkan potensi peserta didik dalam kelas.
* Dapat meningkatkan kegiatan evaluasi terhadap kinerja guru yang berlanjut.
* Dapat menjalin komunikasi aktif antara guru dan peserta didik.
* Dapat melakukan pemetaan terhadap karakter siswa dalam rangka evaluasi belajar.

Bagi siswa:
* Dapat menyalurkan aspirasi peserta didik terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.
* Dapat mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berlangsung apakah berjalan dengan baik atau tidak.
* Dapat menghadirkan kepuasan terhadap minat belajar peserta didik.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved