Bangka Pos Hari Ini
Cuaca Ekstrem Landa Provinsi Bangka Belitung, Nelayan Pilih Tak Melaut
Ridwan (52), yang sudah 30 tahun menjadi nelayan, terpaksa tak pergi mencari ikan ke laut lantaran cuaca yang buruk karena berisiko dan membahayakan.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Siang itu suasana dermaga nelayan di kawasan Jalan Trem, Kelurahan Opas Indah, Kota Pangkalpinang terlihat sepi. Tak ada aktivitas nelayan yang pulang melaut atau bersiap mencari ikan seperti biasanya.
Puluhan perahu berhenti, berjejer rapi di sepanjang dermaga. Antara satu perahu dengan perahu lainnya sengaja diberi jarak, agar tak saling berbenturan ketika ada gelombang atau angin kencang.
Hujan badai disertai gelombang tinggi yang terjadi di laut, dalam sepekan terakhir memaksa nelayan tidak melaut. Buat mengisi kesibukan, para nelayan ini memanfaatkan waktu dengan memperbaiki kapal mereka.
Di salah satu kapal terlihat beberapa nelayan sedang berkumpul memperbaiki mesin kapal yang rusak. Sesekali tawa renyah dan canda tawa mewarnai suasana hangat para nelayan tersebut.
Salah seorang nelayan itu adalah Ridwan (52). Pria yang sudah 30 tahun menjadi nelayan ini mengaku terpaksa tak pergi mencari ikan ke laut lantaran cuaca yang buruk.
"Banyak nelayan yang memilih untuk tidak melaut sementara waktu. Kencangnya angin di tengah perairan memicu gelombang tinggi hingga tiga meter," ujar Ridwan kepada Bangka Pos, Rabu (28/12/2022).
Kondisi ini, kata Ridwan yang merupakan warga Desa Beruas, Bangka Tengah, tentunya sangat berisiko dan membahayakan nelayan jika memaksa untuk tetap melaut.
"Sudah beberapa hari nelayan di sini tidak berangkat melaut. Anginnya kencang sekali. Biasa kalau menjelang akhir tahun anginnya pasti kencang," katanya.
Bapak tiga anak ini mengungkapkan, biasanya sekali melaut bisa membutuhkan waktu sekitar satu minggu.
"Sekali melaut, sekitar satu minggu. Tergantung hasilnya juga," ucapnya.
Ridwan mengaku dalam kondisi cuaca seperti saat ini, dia dan nelayan lain lebih memilih untuk mematuhi imbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk sementara menghentikan aktivitas melaut.
"Ada imbauan dari BMKG untuk tidak melaut. Daripada kami nekat, tapi risiko dan hasil juga sedikit, lebih baik libur dulu," tambahnya.
Kondisi itu dimanfaatkan Ridwan untuk mengecat ulang dan memperbaiki beberapa bagian kapal miliknya.
"Sekarang paling cat ulang kapal atau melakukan perbaikan bagian yang bocor-bocor," terangnya.
Namun walaupun tidak melaut beberapa hari terakhir, Ridwan harus rela tidur di atas kapal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221229-Bangka-Pos-Hari-Ini-Kamis-29-Desember-2022.jpg)