Tribunners

Sukseskan Sensus Pertanian 2023!

Sensus tersebut menyediakan data untuk menjawab isu pertanian global dan nasional, di antaranya ketahanan pangan dan keberlanjutan

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rahma Nurhamidah, S.S.T. - Fungsional Statistisi BPS Provinsi Bangka Belitung 

Oleh: Rahma Nurhamidah - Fungsional Statistisi BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

DATA yang lengkap dan akurat sangat penting bagi keberlanjutan pembangunan, termasuk data pertanian nasional. Sensus Pertanian (ST) 2023 hadir sebagai solusi menjawab isu ketahanan pangan dan keberlanjutan pangan di tengah ancaman krisis pangan yang terjadi di Indonesia dan berpeluang besar terjadi di Bangka Belitung.

Sehubungan dengan itu, pada 20 Desember 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan ST 2023. Rapat tersebut merupakan bagian dari upaya kolaborasi pelaksanaan ST 2023 dalam rangka mewujudkan data pertanian berkualitas dan tata kelola pertanian terpadu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lantas seberapa pentingkah peran ST 2023 dalam mendukung tata kelola data pertanian nasional?

Indonesia Terancam Krisis Pangan

Dunia saat ini sedang dihadapkan pada ketidakpastian global karena pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia dan Ukraina yang berujung pada terjadinya krisis pangan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Jokowi bahwa terdapat 19.600 orang mati kelaparan setiap hari karena krisis pangan di dunia (Kompas, 2022).

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) juga memprediksi, pada tahun 2030, jumlah angka kelaparan akan meningkat sebesar 670 juta. Hal ini dipandang menjadi peringatan besar bagi dunia, terutama Indonesia, yang jumlah penduduknya berada di empat besar terbanyak di dunia. Masih tingginya ketergantungan bahan impor pangan Indonesia diprediksi menjadi salah satu faktor pemicu Indonesia akan menghadapi kondisi rentan rawan pangan.

Peluang Bangka Belitung Terdampak Krisis Pangan

Krisis pangan merupakan permasalahan global yang perlu kita perhatikan bersama. Berkaca pada Indonesia yang mengalami permasalahan krisis pangan, Bangka Belitung juga pernah menduduki posisi kelima dari 12 provinsi dengan indeks kerentanan pangan di bawah rata-rata nasional pada tahun 2018 (Kompas, 2022). Ketersediaan kebutuhan beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Bangka Belitung masih tergantung dari ketersediaan beras luar wilayah.

Produksi beras di Bangka Belitung hanya dapat mencukupi 30 persen kebutuhan beras daerah (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, 2022). Hal ini menunjukkan bahwa krisis pangan tidak hanya mengancam Indonesia, tetapi juga Bangka Belitung yang sebelumnya tergolong rentan terhadap permasalahan pangan.

Di lain sisi, kondisi eksisting lahan di Bangka Belitung saat ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan tambang, tetapi juga deforestasi yang makin menjadi. Produktivitas masyarakat yang cenderung menurun dalam lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan karena masih terpaku pada lapangan usaha pertambangan yang saat ini dianggap menjanjikan, berpeluang besar mengancam ketersediaan pangan Bangka Belitung ke depannya.

Potensi Sektor Pertanian di Bangka Belitung

Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan hingga saat ini masih memberikan kontribusi yang besar dalam menopang perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada triwulan II 2022, lapangan usaha pertanian memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 18,75 persen. Apabila dibandingkan triwulan I 2021, progres lapangan usaha pertanian mengalami peningkatan sebesar 6,01 persen (BPS, 2022). Hal ini menunjukkan bahwa lapangan usaha pertanian memegang peranan penting terhadap perekonomian Bangka Belitung.

Selain berpeluang meningkatkan perekonomian Bangka Belitung dari segi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi pertanian juga berperan dalam menyediakan bahan pangan serta mewujudkan ketahanan pangan. Mengingat potensi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan di Bangka Belitung yang menjanjikan di tengah peluang ancaman krisis pangan, setidaknya diperlukan kebijakan untuk membuat keputusan dan mengevaluasi program yang termasuk dalam pembangunan pertanian di daerah.

ST 2023 Menjawab Isu Pertanian Global dan Nasional

Ibarat gayung bersambut, Badan Pusat Statistik pada tahun 2023 akan melaksanakan pendataan Sensus Pertanian atau yang dikenal dengan singkatan ST. Sensus tersebut menyediakan data untuk menjawab isu pertanian global dan nasional, di antaranya ketahanan pangan (food security) dan keberlanjutan (sustainability). ST 2023 menyajikan data untuk pembuatan keputusan berbasis bukti (evidence based decision) dalam mengatasi berbagai tantangan global dan nasional.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved