Selasa, 5 Mei 2026

Ramadhan 2023

Niat Puasa Ramadhan Beserta Artinya, Harus Dilakukan pada Malam Hari atau Waktu Subuh?

Niat puasa Ramadhan dianjurkan untuk dibaca setiap malam hari atau ketika melaksanakan sahur sebelum memasuki waktu subuh.

Tayang:
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi niat puasa 

BANGKAPOS.COM - Bulan puasa Ramadhan telah didepan mata. Bagi umat Islam, puasa Ramadhan adalah momen untuk mencari pahala dari Allah SWT sebanyak-banyaknya.

Ramadhan 2023 sendiri dipastikan jatuh di akhir bulan Maret 2023, antara tanggal 22 Maret 2023 atau 23 Maret 2023.

Hal itu melihat dari libur lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Sabtu dan Minggu tanggal 22 hingga 23 April 2023.

Untuk itu penting mengingat niat puasa Ramadhan 2023 dan artinya.

Niat puasa Ramdahan dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya:

Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Niat merupakan syarat sahnya puasa dan termasuk dalam rukun puasa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini,

“Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya,” (HR. Al-Bukhari).

Dilansir website resmi Baznas, niat puasa Ramadhan dianjurkan untuk dibaca setiap malam hari atau ketika melaksanakan sahur sebelum memasuki waktu subuh.

Jika niat puasa Ramadhan dilafalkan di luar waktu tersebut, maka puasa dapat dianggap tidak sah. 

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya," (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah).

Dari hadist di atas dapat disimpulkan bahwa jika seseorang tidak membaca niat puasa Ramadhan di malam hari hingga memasuki subuh, maka ia harus mengganti puasanya selain di bulan Ramadhan karena puasanya tidak sah.

Terkecuali bagi orang-orang yang tidak membaca niat puasa Ramadhan karena utzur, seperti lupa atau tertidur sampai memasuki waktu subuh, maka ia tetap dapat menjalankan puasanya meskipun tidak membaca niat puasa Ramadhan sebelumnya.

Adapun niat puasa Ramadhan sebaiknya cukup dilantunkan dalam hati, sebagaimana niat definisikan sebagai dorongan untuk melakukan perbuatan tulus dari hati.

Umat Muslim dianjurkan melantunkan niat puasa Ramadhan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Namun, apabila niat puasa Ramadhan diucapkan dengan lugas, maka hal tersebut dianggap sunnah.

Di samping itu, bagi umat muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya, dapat membayar utang tersebut bersamaan dengan puasa Senin Kamis agar mendapat dua pahala sekaligus.

Umat muslim yang berniat menggabungkan kedua puasa tersebut tidak perlu membaca niat puasa Ramadhan dan niat puasa Senin-Kamis masing-masing, melainkan cukup membaca satu niat qadha puasa saja.

Selain niat buasa, doa berbuka puasa juga wajib dilafazkan.

Doa buka puasa dan artinya

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved