Rabu, 29 April 2026

Profil Tokoh

Profil Moeldoko, Anak Petani yang Sukses Jadi Kepala Staf Kepresidenan

Hari ini, Moeldoko dikenal orang sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Sebelumnya, di karier militer, dia menapaki posisi puncak dengan menjadi Panglima

Tayang:
Penulis: Nur Ramadhaningtyas |
(ANTARAFOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko 

BANGKAPOS.COM -- Siapa yang tak kenal mantan sosok Moeldoko? Namanya belakangan santer terdengar hingga menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Kabinet Indonesia Maju alias kabinet jilid kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mantan Panglima TNI ini tentu saja memiliki kisah perjalanannya kehidupan yang menarik untuk diulik.

Moeldoko terlahir dari keluarga dan lingkungan miskin sebagaimana menurut pengakuannya sendiri.

Sang ayah, Moestaman, adalah petani. Adapun sang ibu, Masfuah, adalah ibu rumah tangga.

Anak dari 12 bersaudara (empat meninggal) ini lahir di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri pada 8 Juli 1957

Empat saudara Moeldoko meninggal dunia saat ia masih kecil. Delapan bersaudara yang masih dia jumpai terdiri dari lima laki-laki dan tiga perempuan.

Dalam situasi paling sulit, isi buah mangga—pelok, dalam bahasa Jawa—pun jadi santapan pengganti nasi dikutip dari Kompas.com.

Sama seperti bocah-bocah desa pada umumnya, Moeldoko sejak kecil diminta membantu kerja di sawah, sebisanya, sepulang sekolah.

Namun, bukan berarti tak ada cerita gembira di masa kecilnya. Kelayapan di kebun tebu bersama teman-teman atau bermain di sungai adalah kegembiraan.

Ia pun lulus menjadi taruna usai lulus SMA.

Dengan latar belakang kehidupan susah di masa kecilnya, semua tempaan selama menjalani pendidikan militer bukanlah persoalan besar. 

Ia kemudian lulus sebagai taruna terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa.

Operasi militer yang pernah diikuti antara lain Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995.

Ia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat, dan Kanada.

Saat reformasi bergulir pada 1998, dia berada di Jakarta, menjadi sekretaris pribadi Wakil Kepala Staf TNI AD.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved