Minggu, 12 April 2026

Berita Pangkalpinang

Begini Makna Tudung Saji Menurut Bunda Tudung Saji Pangkalpinang

Potensi pengembangan ekonomi kreatif di Pangkalpinang sangat besar dan beragam, diantaranya tudung saji. 

Penulis: Iqbal Pratama | Editor: nurhayati
istimewa
Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ratna Purnamasari 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Potensi pengembangan ekonomi kreatif di Pangkalpinang sangat besar dan beragam, diantaranya tudung saji

Hal ini disampaikan Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ratna Purnamasari yang biasa disapa Bunda Tudung Saji kepada Bangkapos.com, Sabtu (28/1/2023). 

Baca juga: Mengenal Sosok Ratna Purnamasari, Bunda Tudung Saji yang Lahir dari Histeria Penonton

Baca juga: Sempat Diundur Sepekan, Tiga Orang Karyawan PT Timah Akan Diperiksa Polisi Pekan Depan

Menurutnya, tudung saji atau biasa disebut tudung dulang bukan sekedar sebuah benda tanpa makna, tetapi benda kearifan lokal yang diwariskan oleh para orangtua terdahulu.

Penuh nilai dan makna bagi orang-orang yang  cinta akan budaya leluhur di tanah Serumpun Sebalai ini. 

Diakui Ratna, tudung saji juga merupakan warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi dan memiliki nilai sejarah dan filosofis yang tinggi.

“Tudung saji terdiri dari dua kata yaitu tudung dan saji. Tudung artinya penutup dan saji artinya menyajikan atau makan,” jelas Ratna kepada Bangka pos.com.

Ratna juga takjub dengan bangunan terutama puncak gedung utama Pemerintah Kota Pangkalpinang juga dipasangi replika tudung saji berwarna merah.

"Takjub dengan bangunan terutama puncak gedung utama Pemerintah Kota Pangkalpinang juga dipasangi replika tudung saji berwarna merah," sebut Ratna. 

Gedung ini juga dinamai dengan Gedung Tudung Saji, yang memberikan arti dan makna tersendiri. 

Ratna menyebutkan, Pangkalpinang merupakan kota kecil yang menjadi tujuan migrasi, banyak sekali perpindahan penduduk baik dari daerah lain maupun negara lain dengan tujuan untuk menetap.

Perpindahan tersebut tidak hanya sebatas individu, namun beserta adat istiadat dan budayanya.

Maka terjadilah adaptasi budaya, akulturasi budaya dan asimilasi budaya di Kota Pangkalpinang.

Adaptasi budaya terjadi dalam proses jangka panjang yang dilakukan oleh individu untuk melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya melalui pembelajaran dan pertukaran komunikatif hingga dirinya nyaman berada di lingkungan baru. 

Sementara akulturasi budaya adalah berpaduan dua kebudayaan berbeda yang menyatu, tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan itu sendiri.

Sedangkan asimilasi budaya merupakan proses bergabungnya atau berbaurnya dua kebudayaan baru.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved